Pada hari ini, sebuah peristiwa yang mengejutkan terjadi di ibu kota Iran, Teheran. Sebuah serangan udara yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel menargetkan Rumah Sakit Gandhi, salah satu fasilitas kesehatan utama di kota tersebut. Dampak dari serangan ini sangat besar, dengan beberapa bagian bangunan rumah sakit mengalami kerusakan parah.
Rekaman video yang dipublikasikan melalui saluran televisi pemerintah menunjukkan jendela yang pecah dan puing-puing berserakan di sekitar fasad rumah sakit. Pihak berwenang segera meningkatkan langkah-langkah keamanan di sekitar lokasi, sementara tim medis melakukan inspeksi menyeluruh di dalam gedung untuk memastikan kondisi keselamatan pasien dan staf.
Dalam rekaman tersebut, terlihat para perawat yang sedang mengevakuasi bayi-bayi baru lahir dari rumah sakit. Mereka berusaha memindahkan anak-anak ke lokasi yang lebih aman. Tidak hanya itu, banyak pasien juga dievakuasi dari gedung rumah sakit setelah serangan tersebut.
Laporan dari Kantor Berita Republik Islam Iran (ISNA) menyebutkan bahwa serangan tersebut digambarkan sebagai “serangan udara Zionis-Amerika.” Sementara itu, laporan dari Fars dan Mizan memberikan video yang menunjukkan puing-puing berserakan di dalam rumah sakit, termasuk di dekat kursi roda dan area lainnya.
Beberapa saksi yang berada di Jalan Gandhi mengatakan bahwa fasilitas tersebut mengalami kerusakan yang cukup besar. Mereka juga menyebutkan bahwa pasien sedang dievakuasi dari bangunan tersebut. Video yang beredar di media sosial menunjukkan kekacauan di luar rumah sakit setelah serangan udara AS-Israel terbaru di Teheran.
Sebelumnya, ada rekaman yang menunjukkan kerusakan struktural pada bangunan rumah sakit di Jalan Gandhi, termasuk jendela yang pecah dan puing-puing berserakan di pintu masuk. Klip yang dibagikan oleh Tasnim menunjukkan perawat yang menggendong bayi di lengan mereka saat mereka bergegas mengevakuasi bangsal di tengah alarm yang berbunyi keras.
Video lain merekam orang-orang berlari ke berbagai arah, beberapa dari mereka berteriak mencari kerabat yang hilang, sementara asap mengepul di latar belakang. Hingga saat ini, jumlah korban jiwa belum diketahui secara pasti.
Sebelumnya, Palang Merah Iran merilis gambar yang menunjukkan bahwa markas besarnya dan beberapa rumah sakit telah menjadi sasaran serangan tersebut.
Kecaman dari Bos WHO
Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyampaikan kecaman terhadap laporan bahwa Rumah Sakit Gandhi di Teheran rusak akibat pengeboman ibu kota Iran oleh AS-Israel. Ia menegaskan bahwa “Kesehatan bukanlah target.”
Ia menulis di platform media sosial X bahwa laporan tentang kerusakan Rumah Sakit Gandhi di Teheran selama pemboman ibu kota Iran hari ini sangat mengkhawatirkan. WHO sedang berupaya memverifikasi insiden tersebut. Ia menekankan bahwa laporan tersebut berfungsi sebagai “pengingat bahwa semua upaya harus dilakukan untuk mencegah fasilitas kesehatan terjebak dalam konflik yang sedang berlangsung.”
Fasilitas kesehatan dilindungi berdasarkan hukum humaniter internasional, tulisnya.
Ledakan di Seluruh Teheran
Ledakan dilaporkan terjadi di seluruh Teheran utara pada Ahad malam saat serangan berlanjut hingga malam hari. Israel mengklaim bahwa mereka mengarahkan serangan ke wilayah pusat ibu kota Iran, setelah pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran dalam operasi gabungan AS-Israel sehari sebelumnya.
Sebagai tanggapan, Iran meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel dan menargetkan pangkalan militer AS di seluruh wilayah Teluk, serta ibu kota Arab Saudi dan Dubai.
Konflik yang lebih luas kini telah memasuki hari ketiga pada Senin 2 Maret 2026, dengan ketegangan regional yang meningkat tajam. Tanggapan diplomatik dan militer dari berbagai negara telah menyusul, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan keselamatan warga sipil di daerah perkotaan yang padat penduduk.
Israel dan AS melancarkan serangan serupa terhadap Iran Juni lalu, memicu perang 12 hari sebelum gencatan senjata diumumkan.





