Serangan AS ke Iran: Aksi Risk-Off dan Rekomendasi Saham Analyst

Aa1wfpra 2
Aa1wfpra 2

Perang di Timur Tengah dan Dampaknya terhadap Pasar Global

Pergeseran geopolitik yang signifikan telah terjadi di kawasan Timur Tengah, dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap sejumlah target strategis di Teheran, Ibu Kota Iran. Serangan ini menewaskan beberapa pejabat militer tinggi dan memicu respons keras dari pihak Iran. Sebagai tanggapan, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran global yang menjadi jalur transportasi minyak dunia sekitar 20%. Langkah ini meningkatkan risiko gangguan pasokan energi secara signifikan.

Eskalasi konflik ini terjadi setelah negosiasi terkait pembaruan perjanjian nuklir mengalami kebuntuan. Hal ini juga mencerminkan memburuknya stabilitas geopolitik di kawasan, termasuk di kota-kota seperti Dubai, Manama, dan Doha. Situasi ini memicu ketegangan yang semakin meningkat dan berpotensi memperburuk situasi di kawasan tersebut.

Reaksi Pasar Energi dan Aset Safe Haven

Tim riset OCBC Sekuritas menyatakan bahwa pasar energi langsung merespons situasi ini. Harga minyak mentah melonjak akibat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan, kenaikan premi asuransi risiko perang, serta perpanjangan rute pengiriman. Di sisi lain, permintaan terhadap aset safe haven meningkat, mendorong harga emas naik karena investor menilai ulang risiko geopolitik.

Konflik di Timur Tengah diperkirakan akan memicu sentimen risk-off di pasar global. Dampaknya bisa bersifat dua arah terhadap pergerakan pasar keuangan:

  1. Guncangan Harga Minyak dan Risiko Inflasi

    Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan risiko inflasi global dan volatilitas. Hal ini berpotensi memicu rotasi risk-off, khususnya di pasar negara berkembang seperti Indonesia. Dengan demikian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami koreksi jangka pendek akibat tekanan arus keluar dana dan volatilitas dolar AS terhadap rupiah.

  2. Pergerakan Saham Sektoral yang Beragam

    Saham-saham di sektor energi, pelayaran, serta emiten berbasis emas berpotensi mencatat kinerja lebih baik seiring lonjakan harga komoditas dan kenaikan tarif angkutan. Sebaliknya, sektor lainnya berisiko mengalami tekanan dan tertinggal.

Proyeksi Harga Komoditas dan Peluang Investasi

Dari sisi komoditas, harga minyak dan gas diproyeksikan tetap terjaga selama risiko gangguan pasokan masih membayangi. Sementara itu, emas diperkirakan tetap solid. Di tengah volatilitas pasar yang tinggi, kondisi ini dapat menjadi momentum untuk mengakumulasi saham dengan fundamental solid seperti BBCA, BBRI, BMRI, AMRT, ICBP serta saham berbasis emas termasuk ANTM, ARCI, MDKA, dan EMAS.

BBCA Chart

by TradingView

Selain itu, OCBC Sekuritas juga melihat peluang taktis di sektor energi seperti MEDC, ENRG dan RAJA, serta emiten pelayaran seperti BULL dan SOCI, yang didukung oleh momentum kenaikan harga energi. Adapun, OCBC juga merekomendasikan saham unggas berorientasi domestik seperti CPIN dan JPFA, serta pertambangan logam seperti INCO, MBMA dan TINS mengingat risiko pengetatan pasokan.

Pos terkait