Serangan Israel Tewaskan Pemimpin Intelijen Hizbullah

23cdd060 7ccf 11ef Bda7 E1427314c99f.png 1
23cdd060 7ccf 11ef Bda7 E1427314c99f.png 1

Serangan Udara Israel Tewaskan Kepala Intelijen Hizbullah

Militer Pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF) mengklaim bahwa serangan udara yang dilakukannya ke kamp Hizbullah di Beirut, Lebanon, pada Senin (2/3/2026), berhasil menewaskan seorang petinggi kelompok tersebut. Petinggi Hizbullah yang dimaksud adalah Kepala Markas Intelijen Hizbullah, Hassan Maqlad. IDF menyebutnya sebagai teroris Hassan Maglad.

“IDF sekarang mengonfirmasi bahwa dalam serangan tepat sasaran di Beirut malam ini, teroris Hassan Maqlad, yang menjabat sebagai kepala markas intelijen organisasi teror Hizbullah, telah tewas,” kata IDF dalam sebuah pernyataan yang dilansir laman foxnews.com, Senin. Pernyataan IDF ini juga didukung oleh pernyataan resmi Angkatan Udara Israel.

“Serangan Israel menewaskan kepala intelijen Hizbullah di Beirut,” menurut Angkatan Udara Israel. Diketahui Israel memperluas serangannya hingga mencakup Hizbullah yang terang-terangan mendukung Iran pada hari Minggu. Setelah kelompok teroris tersebut melancarkan serangan ke Israel akhir pekan ini, kata IDF.

Keterlibatan Hizbullah secara resmi setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei serta puluhan pejabat tinggi Iran lainnya, termasuk kepala Korps Garda Revolusi Iran.

Kematian Istri Khamenei dan Dampak Politik

Sebelumnya, Mansoureh Khojasteh (78), istri mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia pada Senin (2/3/2026). Khojasteh dilaporkan sempat koma selama tiga hari setelah mengalami luka serius akibat serangan udara AS-Israel, Sabtu (28/2/2026) pagi yang menewaskan suaminya dalam operasi gabungan Amerika Serikat–Israel bertajuk “Operation Epic Fury.”

Kepergian Khojasteh menambah daftar korban dari lingkaran terdalam kepemimpinan Iran, memperdalam krisis politik dan militer yang kini mengguncang Timur Tengah. Khamenei sendiri tewas saat serangan gabungan bersama putri, menantu, dan cucunya.

Istri Khamenei Wafat Setelah Tiga Hari Koma

Menurut laporan media Iran, serangan presisi pada Sabtu menyasar kantor sekaligus kediaman resmi Pemimpin Tertinggi di Teheran. Khojasteh berada di lokasi saat serangan terjadi dan mengalami luka kritis sebelum akhirnya meninggal dunia setelah tiga hari dirawat dalam kondisi koma. Ia menikah dengan Khamenei sejak 1964 dan dikenal menjaga profil rendah selama lebih dari enam dekade kepemimpinan suaminya.

Kematian pasangan yang telah bersama lebih dari 60 tahun itu menandai berakhirnya sebuah era dalam struktur kekuasaan Republik Islam Iran. Namun, guncangan terbesar bagi Teheran bukan hanya kehilangan simbolis, melainkan musnahnya struktur komando militer dan politik mereka dalam satu serangan presisi tunggal yang diklaim Trump.

Infiltrasi Intelijen: Menyerang Saat “Sarapan”

Presiden AS Donald Trump, dalam wawancara dengan Fox News, membeberkan detail mengejutkan mengenai serangan maut tersebut. Trump mengeklaim bahwa intelijen AS berhasil melacak pertemuan rahasia tingkat tinggi yang dihadiri oleh 49 pemimpin paling senior Iran bersama pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Pertemuan tersebut dilakukan pada Sabtu pagi dalam sebuah sesi sarapan bersama lingkaran dalam Khamenei.

Mereka memilih waktu siang hari karena berasumsi AS tidak akan berani menyerang di siang bolong. “Mereka pikir mereka aman karena hari terang benderang. Tapi kami mendapatkan mereka semua. Posisi kedua, ketiga, hingga ke-49, semuanya tewas,” ujar Trump.

Daftar Jenderal dan Pejabat yang Musnah

Operasi ini secara efektif memenggal kepala rezim Teheran. Nama-nama besar yang dikonfirmasi tewas meliputi:

  • Letjen Abdolrahim Mousavi: Kepala Staf Angkatan Bersenjata.
  • Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh.
  • Mayjen Mohammad Pakpour: Komandan elit IRGC.
  • Ali Shamkhani: Penasihat pertahanan senior.
  • Keluarga Inti: Termasuk putri, cucu, menantu perempuan, dan menantu laki-laki Khamenei.

Eskalasi Berdarah: 4 Tentara AS Gugur dan Gelombang Serangan Balasan

Serangan strategis dan mematikan ini harus dibayar mahal oleh pihak Amerika. Komando Pusat AS (CENTCOM) memperbarui data korban dan mengonfirmasi empat tentara AS tewas dalam serangan drone di Kuwait, dari sebelumnya berjumlah 3 orang. Mereka adalah bagian dari 18 personel tentara AS yang luka parah.

Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan “gelombang keenam” serangan rudal dan drone yang menghantam pangkalan AS dan fasilitas di seluruh Teluk.

Pos terkait