Serangan Tengah Pembicaraan Nuklir, Iran Tantang Komitmen AS-Israel

Aa1xn4fz 2
Aa1xn4fz 2



JAKARTA — Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pernyataan mengenai serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran di tengah proses negosiasi nuklir. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bukti bahwa kedua pihak tidak memiliki komitmen yang jelas dalam menjaga stabilitas hubungan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Boroujerdi dalam konferensi pers yang digelar di Kediaman Duta Besar Republik Islam Iran, Jl. Madiun No. 1, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (2/3/2026). Ia menjawab pertanyaan mengenai sikap Iran setelah menunjukkan langkah signifikan dalam perundingan yang difasilitasi oleh Oman.

Boroujerdi menegaskan bahwa insiden serangan saat proses diplomasi berlangsung bukanlah yang pertama kali dialami oleh Iran. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya telah terjadi lima putaran negosiasi dengan Amerika Serikat, dan sedang menantikan putaran keenam ketika serangan terjadi.

“Sebelumnya, lima kali atau lima putaran negosiasi telah kami lakukan dengan pihak Amerika Serikat dan sedang menantikan putaran keenam, tetapi di tengah negosiasi mereka melakukan penyerangan terhadap Iran,” ujarnya.

Dalam perundingan terbaru yang difasilitasi oleh Oman, ia menyebut bahwa kedua pihak bahkan mencapai indikasi kesepahaman awal. Menurutnya, dua kali negosiasi telah dilakukan dan pihak Oman menyampaikan bahwa ada indikasi kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran.

“Tetapi lagi-lagi, di tengah negosiasi, AS bersama rezim Zionis menyerang negara kami,” tambahnya.

Tuduhan Provokasi Israel

Boroujerdi menuding Israel melakukan provokasi terhadap Amerika Serikat setiap kali proses diplomasi mendekati titik temu. Ia menyatakan bahwa pajak yang dibayarkan oleh masyarakat Amerika dan tentara Amerika Serikat kini dianggap disandera oleh rezim Zionis Israel.

“Kelihatannya APBN dari Amerika Serikat, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat Amerika, dan serdadu Amerika Serikat sedang disandera oleh rezim Zionis Israel,” katanya.

Ia menilai bahwa setiap kali negosiasi menuju kesepakatan, Israel melakukan langkah-langkah yang mendorong eskalasi militer. “Ketika sebuah negosiasi ingin mencapai titik kesepakatan, rezim Zionis melakukan provokasi terhadap Amerika dan menyerang Iran,” tegasnya.

Klaim Hilangnya Kepercayaan

Boroujerdi menyatakan bahwa Iran kini tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap komitmen Amerika Serikat maupun Israel dalam proses diplomasi. Ia menilai bahwa tidak ada jaminan bahwa di tengah negosiasi tidak akan terjadi perang atau serangan terhadap Iran kembali.

“Kami sudah tidak percaya kepada Amerika Serikat dan Zionis Israel dikarenakan tidak ada jaminan bahwa di tengah negosiasi tidak terjadi perang dan mereka tidak menyerang Iran kembali,” tandasnya.



Pernyataan ini menunjukkan ketidakpuasan Iran terhadap pendekatan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel dalam menangani situasi diplomatik. Hal ini juga menjadi isu penting dalam konteks hubungan internasional, khususnya dalam konteks keamanan dan stabilitas regional.

Pos terkait