Seruan Pedri: Semangat Remontada, Barcelona Siap Balas Dendam Atletico Madrid di Copa del Rey

202508020120 Main.cropped 1754072482 3
202508020120 Main.cropped 1754072482 3

Semangat Kebangkitan Barcelona di Leg Kedua Copa del Rey

Gelandang muda Barcelona, Pedri, sedang membangkitkan semangat kebangkitan atau yang dikenal sebagai remontada menjelang laga krusial leg kedua semifinal Copa del Rey melawan Atletico Madrid. Pertandingan ini akan digelar pada Rabu (4/3) pukul 03.00 WIB. Meski tertinggal empat gol tanpa balas pada pertemuan pertama, Pedri yakin bahwa karakter skuad Blaugrana yang nekat akan menjadi kunci pembalik keadaan.

”Kami adalah skuad muda dengan sedikit titik ketidaksadaran (inconsciencia), dan pada laga Selasa nanti, hal itu justru akan menguntungkan kami,” ujar Pedri dalam wawancara dengan program Gol a gol TV3, dikutip melalui laman Marca, Senin (2/3).

Antara Intuisi dan Balas Dendam

Pedri, yang baru saja pulih dari cedera dan sempat mencicipi menit bermain melawan Villarreal serta Levante, mengakui bahwa performa Barcelona di Stadion Metropolitano merupakan salah satu titik terendah mereka musim ini. Dia secara terbuka menyebut timnya dilindas oleh intensitas permainan anak asuh Diego Simeone.

”Babak pertama di leg pertama adalah salah satu penampilan terburuk kami. Kami kehilangan jati diri, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola. Namun, sepak bola selalu memberi ruang untuk penebusan,” tutur Pedri.

Bagi pemain asal Bajamar, Tenerife, ini laga di Camp Nou bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan momentum revans. Dia pun mengajak para Cules untuk memadati stadion dan menciptakan atmosfer yang lebih mengintimidasi dibandingkan tekanan yang mereka terima di Madrid.

Logika Kebangkitan

Optimisme Pedri bukan tanpa alasan. Dia merujuk pada rekam jejak tim asuhan Hansi Flick musim lalu yang kerap membalikkan keadaan dalam waktu singkat.

”Jika kami mampu membalikan skor hanya dalam 20 menit, mengapa tidak dalam 90 menit? Jika ada satu tim di dunia yang mampu mengejar ketertinggalan 4-0 dari Atletico, tim itu adalah kami,” tegas Pedri.

Selain faktor kolektivitas, Pedri juga menyoroti peran vital Lamine Yamal. Penampilan impresif remaja tersebut, yang baru saja mencetak hattrick ke gawang Villarreal, diharapkan menjadi motor serangan yang sulit dibaca pertahanan rapat Atletico.

Filosofi Ruang dan Waktu

Di balik perannya sebagai roh permainan, Pedri juga memaparkan filosofi permainannya yang lebih mengandalkan kecerdasan ketimbang fisik. Dia mengaku selalu memindai celah di pertahanan lawan sejak peluit pertama dibunyikan.

”Saya mencoba mengantisipasi apa yang akan terjadi, berada satu detik lebih awal. Jika harus beradu fisik, saya biasanya kalah. Karena itu, saya lebih banyak merebut bola melalui intuisi,” jelas Pedri.

Menghadapi kawalan ketat pemain lawan yang kerap menguntitnya, Pedri memiliki cara yang unik, yaitu memancing lawan keluar dari posisinya dan membuat mereka frustasi dengan pergerakan konstan tanpa bola. Taktik inilah yang diharapkan mampu mengurai pertahanan grendel Atletico pada Rabu mendatang.


Pos terkait