Setelah Ditutup Anies, Pramono Buka Kembali JPO Sarinah yang Direvitalisasi

Aa1xmyni
Aa1xmyni

Peresmian Kembali JPO Sarinah di Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meresmikan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin (2/3/2026). JPO yang sebelumnya ditutup oleh Anies Baswedan saat menjabat sebagai Gubernur Jakarta pada 2022 kini kembali dapat digunakan oleh masyarakat umum.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa peresmian awalnya dijadwalkan pada akhir Februari lalu. Namun, baru hari ini pihaknya bisa melaksanakan peresmian setelah JPO tersebut direvitalisasi agar lebih ramah bagi para penyandang disabilitas.

“Pada waktu itu kan saya menyampaikan akan diresmikan akhir Februari, tetapi sekarang tanggal 2 Maret baru kita resmikan, yaitu revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang atau JPO Sarinah,” ujarnya di kawasan MH Thamrin, Senin sore.

Sejarah JPO Sarinah

JPO Sarinah merupakan jembatan penyeberangan pertama yang dimiliki Jakarta. Jembatan ini pertama kali diresmikan oleh Gubernur Jakarta Ali Sadikin pada 21 April 1968. Namun, JPO tersebut sempat ditutup pada 2022 oleh Anies dengan alasan estetika kota agar pandangan ke arah Patung Selamat Datang dan gedung-gedung bersejarah tidak terhalang. Sebagai penggantinya, Pemprov Jakarta menyediakan pelican crossing untuk memudahkan pejalan kaki menyeberang.

Revitalisasi JPO Sarinah

Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Pramono Anung kembali membuka JPO Sarinah setelah dilakukan revitalisasi. Tujuannya adalah membuat JPO tersebut lebih ramah bagi penyandang disabilitas dengan dilengkapi lift di kedua sisinya.

“Tentunya ini bersejarah dan hari ini kita melakukan revitalisasi agar JPO ini menjadi ramah terhadap disabilitas,” kata Pramono.

Menurut dia, pihaknya juga tidak akan menutup pelican crossing yang sudah ada di kawasan tersebut. Ia memastikan bahwa pelican crossing yang sudah ada tetap akan difungsikan, sehingga masyarakat yang hendak menyeberang jalan tetap memiliki pilihan.

“Sehingga dengan demikian, masyarakat yang suka berjalan akan punya pilihan untuk menyeberang, tetapi bagi yang berkebutuhan khusus atau disabilitas bisa memanfaatkan ini dan sebagainya. Dan ini juga untuk publik bisa memanfaatkan,” ujarnya.

Rencana Pelebaran Trotoar

Pramono menambahkan, pihaknya juga berencana melakukan pelebaran trotoar di kawasan Sarinah. Rencananya, trotoar di kawasan itu akan diperlebar hingga 2,6 meter.

“Sehingga dengan demikian, pilihan orang untuk belanja atau pergi ke Sarinah akan menjadi semakin mudah,” kata dia.

Pos terkait