Setelah Kegagalan, Peserta YPMAK Pahami Hambatan Produksi VCO Standar

1710868936
1710868936

Pelatihan Produksi Minyak Goreng Kelapa dan Virgin Coconut Oil di Kabupaten Mimika

YPMAK bekerja sama dengan PT Dorei Kelapa Mandiri menggelar pelatihan produksi minyak goreng kelapa dan Virgin Coconut Oil (VCO) bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Mimika. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai dari Rabu (25/2/2026) hingga Sabtu (28/2/2026). Tujuan utamanya adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Pada hari ketiga pelatihan, peserta berhasil memproduksi dua wadah VCO setelah melakukan evaluasi terhadap kualitas kelapa dan temperatur fermentasi. Proses pembuatan VCO melibatkan beberapa tahapan penting, termasuk pemilihan buah kelapa yang tepat, pengelolaan suhu, serta penyaringan minyak untuk mendapatkan hasil yang berkualitas.

Proses Pembuatan VCO yang Menuntut Ketelitian

Pelatihan ini digelar di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Peserta tampak antusias dalam mengikuti proses pembuatan minyak goreng dan VCO. Pada pukul 10.00 WIT, para peserta memperhatikan setiap tahapan dengan cermat, terutama saat memisahkan ampas kelapa dari minyak murni agar tidak tercampur.

Setelah pelatih memberikan arahan dan mempraktikkan cara memisahkan kandungan minyak murni dan ampasnya, peserta turut dilibatkan secara langsung. Mereka mencoba setiap tahapan proses pembuatan hingga menghasilkan minyak kelapa murni berkualitas.

Direktur PT Dorei Kelapa Mandiri sekaligus pelatih, Diah Miryam Mamoribo menjelaskan bahwa dalam produksi VCO, pemilihan buah kelapa sangat penting. “Kelapa tua yang segar menjadi kunci keberhasilan produksi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa jika kualitas buah kelapa tidak baik, maka akan memengaruhi aroma dan kemungkinan tidak terbentuknya VCO.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi VCO

Selain itu, pada tahap inkubasi atau fermentasi diperlukan kondisi temperatur yang tepat, yakni 35-40 derajat celsius untuk menghasilkan Virgin Coconut Oil. Pada hari pertama pelatihan, peserta tidak berhasil menghasilkan VCO karena pemilihan buah kelapa yang kurang tepat. “Tercampur satu buah kelapa muda saja bisa memengaruhi seluruh produksi,” jelas Diah.

Faktor cuaca juga memengaruhi proses produksi. Saat praktik hari pertama, cuaca hujan sehingga memengaruhi suhu fermentasi. Namun, pada hari kedua, setelah kualitas kelapa diperbaiki dan suhu dijaga, akhirnya berhasil menghasilkan dua wadah VCO.

Diah berharap peserta dapat memahami bahwa dalam proses produksi sering kali terjadi kegagalan, namun hal tersebut menjadi bagian dari pembelajaran untuk melakukan evaluasi.

Proses Filtrasi dan Standar Pasar

Selain itu, peserta juga diajarkan proses filtrasi atau penyaringan untuk menjernihkan minyak. Diah menekankan bahwa standar pasar mengharuskan VCO memiliki aroma yang baik dan warna yang bening agar dapat memenuhi permintaan pasar.

Salah satu peserta dari Kampung Apuri, Distrik Mimika Barat, yang juga Ketua Pokja, Benediktus Sikora mengaku bersyukur dapat mengikuti pelatihan tersebut. Ia berharap ke depan masyarakat di kampungnya mampu memproduksi minyak goreng dan VCO untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun dipasarkan.

“Minyak VCO bisa kami pasarkan, sedangkan ampas atau sisanya bisa kami gunakan untuk minyak goreng,” ujarnya. Ia menyatakan bahwa proses pembuatan VCO tidak terlalu sulit dan dapat dipraktikkan di kampung.

Sebelum mengikuti pelatihan, kelapa di kampung mereka dijual dalam bentuk buah utuh kepada pengusaha dengan harga Rp1.500 per buah. “Kalau kami jual per buah hanya Rp1.500. Kami berharap kalau diolah menjadi VCO, nilainya bisa jauh lebih tinggi,” harapnya.

Benediktus juga berharap YPMAK dapat memfasilitasi peralatan dan bahan pendukung agar masyarakat bisa mengembangkan produksi VCO secara mandiri. “Terima kasih kepada tim dari PT Dorei Kelapa Mandiri yang sudah memberikan pelatihan, juga kepada YPMAK. Kami Ketua dan Anggota Pokja Kampung Apuri menyampaikan banyak terima kasih,” tutupnya.

Potensi Lokal dan Keberlanjutan

Sekadar informasi, dalam kegiatan ini YPMAK menggandeng PT Dorei Kelapa Mandiri untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat wilayah pesisir kampung binaan YPMAK di Kabupaten Mimika. Program VCO ini dirancang khusus bagi warga Kamoro di Kampung Uta dan wilayah Kokonao, serta sebagian Kota Timika yang selama ini hidup berdampingan dengan sumber daya kelapa di sepanjang pesisir.


Pos terkait