Setelah Serangan AS-Israel ke Iran, 7 Penerbangan dari Soekarno Hatta ke Timur Tengah Dibatalkan

Ap24092585837399
Ap24092585837399

Dampak Serangan AS-Israel terhadap Penerbangan Internasional

Penerbangan internasional dari Bandara Soekarno-Hatta ke rute Timur Tengah mengalami gangguan akibat serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Sejumlah penerbangan dibatalkan karena adanya penutupan wilayah udara di beberapa negara Timur Tengah. Hal ini menimbulkan dampak terhadap perjalanan penumpang yang ingin melakukan perjalanan ke kawasan tersebut.

Sebanyak tujuh penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Timur Tengah dibatalkan, termasuk penerbangan yang menuju ke Bandara Soekarno-Hatta. Berikut adalah daftar penerbangan yang dibatalkan:

  • Etihad Airways EY472 tujuan Abu Dhabi
  • Qatar Airways QR954 tujuan Doha
  • Qatar Airways QR957 tujuan Doha
  • Emirates EK357 tujuan Dubai
  • Etihad Airways EY475 tujuan Abu Dhabi
  • Garuda Indonesia GA900 tujuan Doha
  • Etihad Airways EY473 tujuan Abu Dhabi

Sementara itu, dua penerbangan kedatangan juga dibatalkan, yaitu:

  • Etihad Airways EY472 rute Abu Dhabi–Jakarta
  • Qatar Airways QR954 rute Doha–Jakarta

Pelaksana tugas Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap menjelaskan bahwa pembatalan penerbangan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Penanganan terhadap penumpang terdampak dilakukan dengan memastikan proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi serta koordinasi dengan maskapai untuk pengaturan akomodasi maupun penjadwalan ulang penerbangan.

Pihak bandara juga mengimbau seluruh calon penumpang tujuan Timur Tengah untuk aktif memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi masing-masing maskapai atau menghubungi layanan pelanggan guna memperoleh informasi terkini terkait jadwal keberangkatan.

Sikap Pemerintah Indonesia atas Serangan AS-Israel ke Iran

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan sikap resmi pemerintah terkait serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Dalam pernyataan tertulis, pemerintah menyesalkan eskalasi militer yang terjadi dan menyebut gagalnya perundingan antara AS dan Iran sebagai salah satu penyebab meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Indonesia mendesak seluruh pihak untuk menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi. Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara sebagai prinsip dasar hukum internasional.

“Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah,” kata Kemlu dalam keterangannya, Sabtu.

Selain itu, pemerintah juga menyampaikan siap menjadi mediator jika diperlukan. Presiden Prabowo Subianto disebut bersedia terbang ke Tehran untuk memediasi kedua belah pihak. “Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” ujar Kemlu.

Imbauan kepada Warga Negara Indonesia di Iran

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri RI juga mengimbau kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran untuk tetap tenang, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat.


Pos terkait