Setelah temuan potongan tubuh, Pantai Ketewel sepi aktivitas, warga berharap pelaku ditangkap

Aa1xd2vw 1
Aa1xd2vw 1

Pantai Ketewel yang Tersisih dan Misteri Potongan Tubuh

Pantai Ketewel, yang terletak di Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, memiliki bentangan yang luas dan melintasi berbagai wilayah. Sebagian besar kawasan pantai ini menjadi tujuan wisata lokal, seperti di kawasan Cucukan. Namun, di ujung timur Pantai Ketewel, tepatnya di muara Sungai Wos, wilayah Banjar Keden, Desa Ketewel, suasana jauh berbeda. Area ini tampak lengang dan tidak ada aktivitas wisata. Bahkan, tidak ada warung penjual kopi, yang biasanya bisa ditemui di hampir semua pantai di Gianyar.

Situasi ini diduga disebabkan oleh fakta bahwa areal pantai tersebut berada dalam Setra Desa Adat Ketewel, yang dijaga kesuciannya oleh masyarakat setempat. Hal ini menjadikan area tersebut jarang dikunjungi oleh warga umum atau para pengunjung.

Pantauan yang dilakukan pada Minggu 1 Maret 2026 menunjukkan bahwa di areal pantai ini, khususnya di titik tempat ditemukannya potongan kepala dan bagian tubuh lainnya, hanya terlihat beberapa pemancing. Mereka berdiri tenang atau ada yang jongkok membentangkan joran pancing. Mereka mengaku tidak tahu bahwa di lokasi tersebut terdapat sisa-sisa tubuh manusia yang tewas dengan cara yang mengenaskan. Setelah diberitahu pun, mereka tetap tidak bergeming dari tempat mancing mereka.

Meski demikian, para pemancing ini berharap misteri potongan tubuh tersebut bisa segera terpecahkan. Mereka menyadari bahwa potongan tubuh tersebut tentu memiliki keluarga yang mengharapkan kepulangannya ke rumah.

“Semoga polisi bisa mengungkap kasus ini, dan menangkap pelakunya. Bagaimana pun, korban merupakan seorang manusia yang tentunya memiliki keluarga,” ujar Ketut Selamat, seorang pemancing.

Seorang warga Ketewel, Ni Nyoman Remi, mengatakan bahwa setiap harinya pantai di kawasan paling timur Desa Ketewel ini memang sepi dari aktivitas warga. Aktivitas adat biasanya hanya terjadi saat ada kematian atau piodalan di Pura Dalem, Prajapati, dan pura lainnya yang ada di areal ini.

“Ya, biasanya sepi, palingan kalau ada acara kematian atau piodalan saja kami ke sini, karena lokasinya jauh dari tempat tinggal kami,” ujarnya saat ditemui hendak menggelar prosesi kematian di Setra Adat Ketewel.

Terkait adanya potongan tubuh manusia, kata Remi, dirinya hanya mendengar dari penuturan warga, dan ia pun tak mengetahui titik ditemukannya potongan tubuh tersebut. Sebagai seorang ibu, ia pun berharap kasus ini bisa cepat terungkap.

“Semoga pelaku cepat tertangkap, kasihan orangtua yang anaknya meninggal dengan cara yang sadis,” ujarnya.

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Kejadian Ini

  • Lokasi yang Jauh dan Terpencil

    Pantai Ketewel di ujung timur memiliki akses yang sulit dan jauh dari pusat kehidupan masyarakat. Hal ini membuat area tersebut jarang dikunjungi oleh warga atau pengunjung.

  • Kesucian Setra Desa Adat

    Areanya berada dalam Setra Desa Adat Ketewel, yang dijaga kesuciannya oleh masyarakat. Ini menjadikan area tersebut sebagai tempat yang tidak boleh dijamah atau dijadikan tempat berkumpul bagi warga umum.

  • Aktivitas Adat yang Jarang Terjadi

    Aktivitas adat hanya terjadi saat ada perayaan atau upacara tertentu, seperti kematian atau piodalan. Oleh karena itu, pantai ini jarang ramai.

Pos terkait