JAKARTA — Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memberikan peringatan mengenai potensi eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang bisa memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Hal ini berdampak terhadap harga Pertalite, Solar, hingga Pertamax.
Direktur Eksekutif Core Indonesia, Mohammad Faisal, menyatakan bahwa risiko lonjakan harga minyak dunia sangat berbahaya bagi perekonomian, khususnya terhadap harga BBM. Menurutnya, Iran adalah salah satu eksportir minyak terbesar di dunia, sehingga konflik berkepanjangan bisa memicu kenaikan harga minyak secara global.
“Iran memiliki peran besar sebagai negara eksportir minyak, salah satu yang terbesar di dunia. Sementara Indonesia adalah net eksportir minyak, sehingga kenaikan harga minyak akan membawa dampak buruk secara ekonomi bagi negara-negara net eksportir seperti Indonesia,” ujar Faisal dalam wawancara dengan Bisnis, Senin (2/3/2026).
Faisal menjelaskan bahwa saat ini harga minyak mentah jenis Brent telah bergerak di atas US$70 per barel, dari sebelumnya stabil di kisaran US$60 per barel beberapa bulan lalu. Core memperkirakan harga bisa menembus level US$80 per barel, bahkan melampaui US$100 per barel jika penutupan Selat Hormuz berlangsung cukup lama.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat berisiko bagi Indonesia yang masih sangat bergantung pada impor minyak mentah dan BBM. Kenaikan harga minyak akan meningkatkan tekanan terhadap harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax yang mengikuti mekanisme pasar.
“Yang harus diantisipasi adalah kenaikan harga minyak ini, karena akan berdampak terhadap harga BBM di domestik yang juga kemungkinan akan besar terutama disubsidi, karena kalau yang tidak disubsidi sudah pasti harganya floating mengikuti harga pasar, begitu dia naik sudah pasti langsung naik,” jelasnya.
Sementara itu, untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar, penyesuaian harga biasanya memiliki jeda waktu. Namun, apabila lonjakan harga minyak bertahan lama dan signifikan, tekanan terhadap APBN akibat membengkaknya subsidi energi akan semakin besar.
“Jadi kemungkinan besar yang nonsubsidi ini akan segera mengalami peningkatan, termasuk Pertamax dan lain-lain, dan yang disubsidi ini kalau nanti sampai US$100 per barrel,” jelasnya.
Berkaca pada pengalaman sebelumnya, dia menuturkan kondisi serupa biasanya berujung pada tekanan terhadap harga BBM bersubsidi di dalam negeri, seperti Pertalite dan Solar.
“Kemungkinan besar biasanya kalau dari yang sudah-sudah akan ada dampaknya terhadap kenaikan harga BBM di dalam negeri yang disubsidi, yaitu Pertalite dan Solar,” tutupnya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga BBM di Indonesia
-
Konflik Regional
Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran dapat memicu gangguan pasokan minyak, terutama jika terjadi penutupan Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dari Timur Tengah ke pasar global. -
Peran Iran sebagai Eksportir Minyak
Iran merupakan salah satu eksportir minyak terbesar di dunia. Jika terjadi konflik berkepanjangan, pasokan minyak global bisa terganggu, yang berdampak pada kenaikan harga minyak mentah. -
Ketergantungan Indonesia pada Impor Minyak
Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah dan BBM. Kenaikan harga minyak mentah akan langsung berdampak pada harga BBM di dalam negeri. -
Dampak pada Subsidi Energi
Pemerintah Indonesia memberikan subsidi untuk BBM seperti Pertalite dan Solar. Jika harga minyak mentah naik secara signifikan, tekanan terhadap anggaran subsidi energi akan meningkat. -
Pengaruh terhadap Harga BBM Nonsubsidi
BBM nonsubsidi seperti Pertamax mengikuti mekanisme pasar. Oleh karena itu, kenaikan harga minyak mentah akan langsung berdampak pada harga BBM ini.
Langkah yang Diperlukan
-
Peningkatan Produksi Minyak Nasional
Pemerintah perlu memperkuat produksi minyak dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada impor. -
Pengembangan Energi Alternatif
Penggunaan energi alternatif seperti listrik tenaga surya atau bahan bakar ramah lingkungan dapat mengurangi beban subsidi energi. -
Penguatan Regulasi Harga BBM
Pemerintah perlu memastikan regulasi harga BBM yang transparan dan adil agar tidak memberatkan masyarakat. -
Pemantauan Harga Minyak Mentah Secara Berkala
Perlu adanya pemantauan harga minyak mentah secara berkala untuk mengantisipasi kenaikan yang tiba-tiba. -
Koordinasi dengan Negara-Negara Eksportir Minyak
Koordinasi dengan negara-negara eksportir minyak dapat membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga minyak global.





