Pengumuman RUPST BRI Tahun 2026
Jakarta — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) atau BRI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat, 10 April 2026. Pengumuman ini disampaikan melalui situs web resmi perusahaan serta platform lainnya seperti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pemanggilan RUPST dilakukan paling lambat pada Jumat, 13 Maret 2026. Pemegang saham yang berhak menghadiri atau diwakili dalam rapat adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan dan/atau rekening efek di KSEI pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 17.00 WIB.
Selain itu, pemegang saham yang mewakili sedikitnya 1/20 dari total saham dengan hak suara, serta Pemegang Saham Seri A Dwiwarna, memiliki hak untuk mengusulkan mata acara rapat. Usulan tersebut harus diajukan secara tertulis dan diterima oleh direksi BRI paling lambat tujuh hari sebelum pemanggilan rapat, yaitu pada Jumat, 6 Maret 2026.
Meskipun pembagian dividen dan perombakan pengurus biasanya menjadi salah satu agenda utama dalam RUPST, hingga berita ini ditulis, BRI belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai agenda rapat tersebut.
Kisi-kisi Dividen dari Bos BRI
BRI sebelumnya telah memberikan bocoran mengenai pembagian dividen (dividend payout) untuk tahun buku 2025. Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa rasio pembagian dividen akan dipertimbangkan berdasarkan kondisi struktur permodalan perseroan (capital adequacy ratio/CAR) serta rencana pertumbuhan untuk mendukung bisnis yang berkelanjutan di masa depan.
Saat ini, CAR BRI mencapai 23,53% hingga akhir 2025, jauh di atas ketentuan regulator. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi permodalan BRI sangat memadai.
“Mempertimbangkan kondisi tersebut, seyogyanya kami memiliki ruang untuk memberikan dividen dengan payout ratio yang lebih tinggi dibandingkan dengan level histori yang selama ini ada,” ujar Hery dalam Konferensi Pers Laporan Kinerja Keuangan BRI Kuartal IV-2025 yang digelar secara virtual pada Kamis (26/2/2026).
Selain untuk menjaga kondisi permodalan yang optimal, langkah ini juga merupakan upaya BRI untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada para pemegang saham. Menurut Hery, dengan pembagian dividen yang lebih besar, return on investment (ROI) BRI akan lebih tinggi dibanding posisi saat ini. “Kalau misalnya dividennya lebih besar diberikan, return on equity-nya BRI juga akan lebih tinggi,” ujarnya.
Kinerja Keuangan BRI Tahun 2025
BRI membukukan laba bersih konsolidasi senilai Rp57,13 triliun sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, laba tersebut berasal dari pendapatan bunga sebesar Rp207,78 triliun, meningkat 4,27% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Rp199,27 triliun pada 2024. Sementara, pada tahun sebelumnya, laba bersih BRI mencapai Rp60,3 triliun.
Dari sisi beban bunga, tercatat senilai Rp57,28 triliun atau terdapat kenaikan sebesar 1,20% YoY dari Rp56,61 triliun. Meski demikian, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) senilai Rp150,50 triliun, naik 5,52% YoY dari Rp142,65 triliun pada tahun sebelumnya.





