Sikap Muhammadiyah Soal Serangan AS-Israel ke Iran, Soroti Pelanggaran HAM Global

847bc3b0 7f66 11ef 9c1a Eb1e1eaae85f.jpg 22
847bc3b0 7f66 11ef 9c1a Eb1e1eaae85f.jpg 22

Pernyataan Sikap Pimpinan Pusat Muhammadiyah Terkait Situasi di Timur Tengah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan sikap terkait situasi yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah setelah serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Suyuti, pada Senin (2/3/2026). Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa PP Muhammadiyah telah memperhatikan perkembangan terkini di kawasan tersebut dengan cermat.

Keprihatinan atas Kematian Ayatullah Ali Khamenei

Salah satu poin utama dalam pernyataan tersebut adalah rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, serta korban lainnya yang menjadi sasaran serangan AS dan Israel terhadap Republik Islam Iran. PP Muhammadiyah juga turut berbelasungkawa kepada para korban dari serangan balik Iran di beberapa negara Arab.

“Kami mengecam sangat keras serangan tersebut dan memandangnya sebagai pelanggaran terhadap Hak-Hak Asasi Manusia, hukum internasional, serta pengabaian terhadap keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar Suyuti.

Tuntutan kepada PBB

PP Muhammadiyah menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan sanksi tegas terhadap AS dan Israel atas pelanggaran yang terjadi. Mereka juga meminta PBB untuk segera mengambil langkah-langkah nyata dalam menyelesaikan konflik tersebut. Selain itu, PP Muhammadiyah mendorong agar PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam segera mengambil tindakan untuk mengakhiri genosida terhadap bangsa Palestina serta mencegah meningkatnya ketegangan antar negara di kawasan Timur Tengah.

Perdamaian dan Dialog

PP Muhammadiyah menekankan pentingnya perdamaian antar sesama anggota Organisasi Kerjasama Islam. Mereka meminta Iran dan negara-negara Arab untuk saling menahan diri dan lebih mengedepankan dialog daripada konflik. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga stabilitas kawasan dan menghindari eskalasi konflik yang bisa berdampak luas.

Selain itu, PP Muhammadiyah juga mendorong dilakukannya dialog dan langkah-langkah diplomasi untuk menyelesaikan konflik di kawasan Timur Tengah. Mereka mengajak semua negara, lembaga-lembaga multilateral dan bilateral, tokoh-tokoh agama, serta kekuatan masyarakat umumnya untuk ikut berkontribusi dalam menciptakan kedamaian dan keadilan global.

Penutup

“Kami mengecam segala bentuk tindakan yang semena-mena yang menyebabkan kerusakan dan hancurnya peradaban di muka bumi,” tutup Suyuti.


Pos terkait