Pemkab Solok Selatan Perkuat Konektivitas Wilayah Pinggiran
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan terus memperkuat komitmennya dalam pemerataan infrastruktur di wilayah pinggiran melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat. Salah satu fokus utama pada tahun anggaran 2026 adalah percepatan pembangunan jalan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah yang menghubungkan ruas Sungai Sungkai menuju Sungai Rumbai.
Langkah strategis ini muncul dalam rangkaian kunjungan Tim Safari Ramadhan Pemkab Solok Selatan di Masjid Nurul Iman, Nagari Sungai Kunyit Barat, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Jumat (27/2/2026). Pertemuan tersebut menjadi momen penting bagi pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi sekaligus memaparkan peta jalan pembangunan infrastruktur wilayah.
Bupati Solok Selatan, Khairunas, yang memimpin langsung rombongan menekankan bahwa aksesibilitas merupakan kunci utama penggerak ekonomi kerakyatan. Ruas jalan Sungai Sungkai–Sungai Rumbai yang selama ini dinanti masyarakat, kini masuk dalam daftar prioritas pembangunan dengan skema tahun jamak (multiyears) 2025–2026.
“Pembangunan ruas jalan ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi konektivitas antarwilayah. Dengan total anggaran mencapai Rp68 miliar, kita harapkan mobilitas warga dan distribusi hasil bumi tidak lagi terkendala oleh infrastruktur yang tidak memadai,” ujar Khairunas.
Proyek ini tidak lepas dari kuatnya sinergi antara eksekutif di daerah dengan legislatif di tingkat pusat. Khairunas menyebutkan bahwa alokasi anggaran tersebut merupakan buah dari pengawalan intensif anggota DPR RI, Zigo Rolanda, bersama dukungan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat yang berasal dari daerah pemilihan setempat.
Keberhasilan melobi anggaran pusat ini memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi Solok Selatan. Pada tahun 2026, kabupaten ini berhasil memperoleh alokasi anggaran pembangunan sebesar Rp264 miliar. Angka tersebut mencakup sekitar 34 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Solok Selatan tahun 2026.
Besarnya porsi anggaran yang diarahkan untuk pembangunan fisik ini menunjukkan arah kebijakan pemerintah daerah yang berfokus pada pembenahan fasilitas publik. Selain jalan raya, beberapa paket kegiatan prioritas lainnya juga disiapkan untuk menunjang kualitas hidup masyarakat di berbagai sektor.
Di sisi lain, suasana Safari Ramadhan di Masjid Nurul Iman berlangsung dengan penuh kehangatan. Tradisi berbuka puasa bersama antara pejabat pemerintah dan warga menjadi ruang dialog tanpa sekat. Warga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan berbagai harapan, mulai dari fasilitas pendidikan hingga kelanjutan pembangunan rumah ibadah.
Merespons aspirasi pengurus masjid terkait kelanjutan pembangunan fisik bangunan, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memberikan bantuan dana hibah sebesar Rp30 juta. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian fasilitas masjid sehingga jemaah dapat beribadah dengan lebih nyaman.
Khairunas menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan sekadar untuk menyerahkan bantuan simbolis. Lebih dari itu, kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap program pembangunan yang direncanakan benar-benar selaras dengan kebutuhan riil di tingkat nagari.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua program strategis yang kita rencanakan, termasuk jalan Inpres senilai puluhan miliar ini, membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.
Masyarakat Sangir Balai Janggo menyambut baik kabar kepastian pembangunan jalan tersebut. Selama ini, akses jalan yang mantap menjadi kerinduan bagi para petani sawit dan pedagang di wilayah tersebut untuk memangkas biaya logistik menuju pusat perdagangan.
Dengan dimulainya pengerjaan fisik pada tahun 2026, wajah infrastruktur di perbatasan Solok Selatan diharapkan berubah signifikan. Konektivitas yang lebih baik diprediksi akan mengundang minat investasi baru, terutama di sektor perkebunan dan perdagangan yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Pemerintah daerah berjanji akan terus mengawal pengerjaan proyek ini agar selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan. Pengawasan ketat diperlukan mengingat jalur ini akan menjadi urat nadi utama yang menghubungkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di Solok Selatan.





