SIPENG dan Takbiran, FKUB Buleleng Rancang Seruan Bersama

Seruan Bersama Tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1946 Page 0001 2
Seruan Bersama Tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1946 Page 0001 2

Perayaan Idul Fitri dan Nyepi yang Berdekatan

Malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada tanggal 19 Maret 2025. Pada hari yang sama, umat Hindu di Bali sedang melaksanakan sipeng (sepi ing ngembak) dalam rangkaian Hari Raya Nyepi. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan untuk pengaturan khusus agar seluruh masyarakat tetap saling menghormati dan menjaga harmonisasi antarumat beragama.

Untuk menghadapi momen penting ini, Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Buleleng (FKUB) menerbitkan seruan bersama. Seruan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan ibadah dapat berlangsung dengan aman dan tertib, tanpa menimbulkan gangguan terhadap masyarakat lainnya.

Ketua FKUB Buleleng, I Gde Made Metera, menjelaskan bahwa kesepakatan yang diambil mengacu penuh pada seruan FKUB Bali. Misalnya, ihwal malam takbiran, tetap diperkenankan dilaksanakan di masjid atau musala terdekat dari tempat tinggal warga. Namun, masyarakat diminta untuk berjalan kaki saat menuju tempat ibadah.

“Acara bisa dilaksanakan mulai pukul 18.00 Wita sampai dengan pukul 21.00 Wita, tanpa penggunaan pengeras suara, tanpa menyalakan petasan atau bunyi-bunyian lainnya, serta menggunakan penerangan secukupnya,” ujarnya, Senin (2/3).

Walaupun memiliki kesamaan, FKUB Buleleng menambahkan beberapa poin yang disesuaikan dengan kondisi dan tradisi pengamanan di Buleleng. Khususnya terkait pengamanan selama sipeng, yang melibatkan lintas elemen masyarakat.

“Poin yang kami tambahkan di sini sesuai dengan kekhususan di Buleleng. Dalam melakukan pengamanan, kami mengikutsertakan pecalang dengan berkoordinasi dengan desa adat setempat. Kemudian Banser dari NU dan Kokam dari Muhammadiyah dengan berkoordinasi dengan MUI Buleleng, didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Itu kekhususan yang sudah mentradisi selama ini,” ucapnya.

Keberagaman dalam Pengamanan

Pengamanan selama perayaan Nyepi dan Idul Fitri dilakukan secara kolaboratif oleh berbagai komunitas dan organisasi. Hal ini mencerminkan komitmen masyarakat untuk menjaga perdamaian dan harmoni antarumat beragama.

Beberapa elemen yang terlibat dalam pengamanan meliputi:

  • Pecalang, yang merupakan komunitas masyarakat adat yang biasanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban.
  • Banser dari Nahdlatul Ulama (NU), yang juga turut serta dalam kegiatan pengamanan.
  • Kokam dari Muhammadiyah, yang bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buleleng.
  • Babinsa dan Bhabinkamtibmas, yang memberikan dukungan dari segi keamanan dan ketertiban.

Dengan keterlibatan berbagai elemen tersebut, diharapkan keamanan dan ketertiban dapat terjaga selama perayaan dua hari besar keagamaan ini.

Harapan FKUB Buleleng

FKUB Buleleng berharap seluruh masyarakat dapat saling menghormati dan menjaga toleransi antarumat beragama. Dengan demikian, pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh kedamaian di Kabupaten Buleleng.


Pos terkait