Siswi SMP Jadi Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan, Ayah Bantu Pelaku Lari

Kasus Pembunuhan Siswi SMP di Sikka: Kekesalan Ibu dan Tantangan Penyidikan

Kasus pembunuhan seorang siswi SMP di kawasan Sikka yang diduga dilakukan oleh seorang remaja pria berusia 16 tahun telah memicu kekecewaan dari keluarga korban. Dugaan ini semakin menguat setelah diketahui bahwa pelaku melarikan diri dengan bantuan ayahnya, SG (47). Kejadian tersebut terjadi pada 20 Februari 2026, dan hingga saat ini, penyidik masih kesulitan untuk menemukan keberadaan SG.

Ibu korban, Y, menyampaikan rasa kecewanya terhadap kinerja Polres Sikka. Menurutnya, penanganan kasus anaknya tidak optimal, terlebih karena SG, yang diduga membantu pelaku melarikan diri, tidak ditahan sebagai tersangka. “Saya sebagai ibunya, saya kecewa mulai dari kinerjanya dari Polsek Kewapante, dari Polres karena penanganan kasus anak saya sepertinya mungkin karena kami miskin, kami orang bodoh, mungkin dari situ mereka mau mempermainkan kami saja,” ujar Y.

Menurut informasi yang diperoleh, korban memiliki berat badan 54 kilogram dan tinggi 160 sentimeter. Hal ini membuat Y menduga masih ada pelaku lain yang turut serta dalam memindahkan jasad anaknya dari rumah pelaku ke kali Watuwogat. Ia berharap Kapolda NTT dan Mabes Polri dapat mendengarkan keluh kesahnya agar bisa mencari keadilan atas musibah yang menimpa putrinya.

Penyidikan dan Pernyataan Polisi

Dalam konferensi pers di Mapolres Sikka, PS Kanit Pidum Satreskrim Polres Sikka, Aiptu I Nengah Redi, menjelaskan bahwa tersangka merudapaksa korban terlebih dahulu di dapur rumah milik tersangka. Setelah itu, korban dianiaya hingga meninggal dunia. Meskipun SG terlibat dalam kasus ini, ia hanya dinyatakan sebagai saksi dan dilepaskan oleh polisi.

Redi menegaskan bahwa SG belum ditetapkan sebagai tersangka, meskipun ada indikasi keterlibatannya dalam pelarian pelaku. Hingga saat ini, status SG tetap sebagai saksi, namun keberadaannya sulit diketahui. Hal ini menyulitkan penyidik dalam memanggil SG untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Tantangan dalam Penyidikan

Penyidik mengungkapkan bahwa SG disebut-sebut memberi arahan kepada tersangka atau anaknya untuk melarikan diri ke Kabupaten Ende. Namun, hingga kini, polisi belum berhasil menemukan keberadaan SG. Hal ini menjadi tantangan besar dalam proses penyidikan, karena keterangan dari SG sangat penting untuk mengungkap seluruh fakta dari kasus ini.

Ibu korban juga mengecam tindakan polisi yang tidak segera menahan SG, meskipun ia diduga terlibat langsung dalam kejadian tersebut. Y berharap keadilan bisa segera ditegakkan, bukan hanya untuk putrinya, tetapi juga untuk masyarakat luas yang ingin melihat sistem hukum bekerja secara adil dan transparan.

Harapan untuk Keadilan

Y berharap para pejabat tinggi seperti Kapolda NTT dan Mabes Polri dapat memperhatikan keluhan yang dia sampaikan. Ia menilai bahwa penanganan kasus ini tidak sesuai dengan harapan, terutama karena status ekonomi dan sosial keluarganya. “Mungkin karena kami miskin, kami orang bodoh, mungkin dari situ mereka mau mempermainkan kami saja,” katanya dengan air mata yang mengalir.

Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian keluarga korban, tetapi juga menjadi isu penting bagi masyarakat luas. Dengan adanya dugaan keterlibatan SG dan kesulitan dalam menemukan keberadaannya, penyidik harus lebih gigih dalam mencari kebenaran dan memastikan semua pihak terlibat diproses secara hukum.


Pos terkait