Siti Muntamah: Ramadan, Momentum Perkuat Ibadah dan Kepedulian Sosial

1740751895
1740751895

Ramadan sebagai Momentum untuk Kesehatan, Ibadah, dan Kepedulian Sosial

Ramadan tidak hanya menjadi bulan ibadah bagi umat Muslim, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat kesehatan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperdalam spiritualitas. Hal ini disampaikan oleh Siti Muntamah, anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS yang akrab disapa Ummi. Menurutnya, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menjaga kondisi tubuh agar bisa menjalankan ibadah dengan optimal.

Ummi menekankan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam menjalani puasa. Meski imunitas tubuh cenderung meningkat selama Ramadan, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Termasuk dalam hal itu adalah mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker ketika sedang flu. Kebiasaan-kebiasaan ini harus tetap dipertahankan meskipun dalam suasana puasa.

“Kita semua bercita-cita untuk selalu sehat walafiat. Dalam keadaan puasa imunitas biasanya naik, tapi tetap harus dibarengi dengan suplemen yang baik,” ujarnya.

Selain menjaga kesehatan, Ummi juga menekankan pentingnya menjaga kebugaran fisik selama Ramadan. Menurutnya, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang menjaga stamina agar bisa beribadah secara intensif. Ia berharap masyarakat Jawa Barat dapat menjalani Ramadan dengan lancar dan meraih ketakwaan yang lebih dalam.

Target Pribadi Selama Ramadan

Secara pribadi, Ummi memiliki target tahunan setiap Ramadan, seperti tilawah, tadabbur, hingga melanjutkan hafalan Al-Qur’an yang belum selesai. Selain itu, ia juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak doa.

Sebagai single parent, Ummi mengakui bahwa Ramadan memiliki tantangan tersendiri. Semua urusan keluarga dijalankan sendiri. Namun, ia menekankan pentingnya membangun kebersamaan melalui agenda ibadah bersama, kegiatan sosial, dan momen-momen membahagiakan keluarga.

“Di bulan Ramadan ini kebersamaan menjadi sangat istimewa. Loving, bonding, dan forming menuju insan yang bertakwa harus berjalan efektif dengan waktu-waktu yang berkah,” katanya.

Kepedulian Sosial dan Lingkungan

Tidak hanya dalam lingkup keluarga, Ummi juga menekankan Ramadan sebagai bulan berbagi. Ia rutin mendukung kegiatan santunan anak yatim, janda, serta masyarakat di lingkungan RW, kelurahan, kecamatan, hingga kelompok majelis taklim.

Ummi mencontohkan, salah satu majelis taklim di wilayah Buahbatu sempat menghadirkan syekh dari Palestina yang menceritakan kondisi warga di sana. Hal itu, menurutnya, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, termasuk kepada rakyat Palestina.

Selain kepedulian sosial, Ummi juga menyoroti isu lingkungan selama Ramadan. Ia menyebut volume sampah, khususnya sampah organik sisa makanan, meningkat sekitar 20 persen pada bulan puasa. Karena itu, Ummi mengajak masyarakat untuk berhemat dan menyiapkan kebutuhan secukupnya agar tidak menghasilkan sampah berlebihan.

“Kalau kita sadar dan menyiapkan kebutuhan secukupnya, peningkatan sampah itu bisa ditekan. Jangan berlebihan,” katanya.

Peran Masyarakat dalam Merayakan Ramadan

Ummi berharap masyarakat Jawa Barat dapat menjalani Ramadan dengan penuh makna. Ia berdoa agar masyarakat senantiasa mendapatkan limpahan rahmat dan kemudahan dalam menjalankan ibadah-ibadah istimewa di bulan Ramadan.

Ia juga menekankan bahwa Ramadan adalah momentum untuk memperkuat ikatan antar sesama, baik dalam keluarga maupun masyarakat. Dengan menjaga kesehatan, meningkatkan kepedulian sosial, dan menjaga lingkungan, masyarakat dapat memaksimalkan manfaat Ramadan.


Pos terkait