Sleman kehilangan 2.222 hektare lahan pertanian dalam tujuh tahun

Lahan
Lahan

Penurunan Lahan Pertanian di Sleman

Selama tujuh tahun terakhir, Kabupaten Sleman mengalami penurunan yang signifikan dalam luas lahan pertanian. Data menunjukkan bahwa sebanyak 2.222 hektare lahan pertanian hilang akibat alih fungsi. Pada tahun 2018, luas lahan pertanian mencapai 18.137 hektare, namun pada tahun 2025 hanya tersisa 15.915 hektare. Meskipun jumlah ini mengalami penyusutan, produksi beras di Sleman masih mampu memenuhi kebutuhan penduduk yang berkisar antara 1,2 hingga 1,3 juta jiwa dengan surplus sekitar 60.000 ton per tahun.

Penyebab Penyusutan Lahan Pertanian

Alih fungsi lahan pertanian menjadi salah satu faktor utama penyusutan luas lahan tersebut. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Rofiq Andriyanto, mengakui bahwa tingkat alih fungsi lahan harus segera dikendalikan. Ia menjelaskan bahwa banyak lahan pertanian dialihfungsikan untuk pembangunan infrastruktur publik seperti jalan tol, investasi perumahan, serta penggunaan lahan sebagai rumah tinggal.

Menurutnya, meskipun regulasi sudah ada, penerapan aturan tersebut belum sepenuhnya ketat. “Kita memang sudah memiliki payung hukum, tetapi penerapannya belum bisa dilakukan secara ketat,” ujarnya.

Data dan Regulasi yang Ada

Berdasarkan data Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Sleman, rata-rata 200 hektare lahan pertanian beralih fungsi setiap tahun. Angka ini hanya mencakup data resmi yang tercatat melalui izin. Namun, Rofiq meyakini bahwa jumlah riil di lapangan jauh lebih besar.

Pemerintah Kabupaten Sleman telah berupaya untuk menekan alih fungsi lahan melalui regulasi Peraturan Daerah (Perda) Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sejak tahun 2020. Meski begitu, alih fungsi lahan masih terjadi secara masif.

Kondisi Produksi Beras di Sleman

Meskipun jumlah lahan pertanian menyusut, produksi beras di Sleman masih aman. Dengan populasi sekitar 1,2–1,3 juta jiwa, kebutuhan beras mencapai sekitar 74.900–75.000 ton per tahun. Saat ini, produksi beras di Sleman mencapai sekitar 135.000 ton, sehingga terdapat surplus sekitar 60.000 ton yang dapat didistribusikan ke daerah lain.

Rofiq juga menyampaikan proyeksi bahwa jika luas sawah hanya tersisa 10.000 hektare, dalam 30 tahun ke depan Sleman akan tetap mampu memenuhi kebutuhan beras lokal. “Dari sisi pangan pokok dan beras, insyaallah kita aman,” tambahnya.

Poin-Poin Utama

  • Kehilangan lahan pertanian: Sebanyak 2.222 hektare dalam waktu 7 tahun terakhir.
  • Luas lahan pertanian:
  • Tahun 2018: 18.137 hektare
  • Tahun 2025: 15.915 hektare
  • Alih fungsi lahan: Rata-rata 200 hektare per tahun (data resmi Dispertaru).
  • Regulasi: Perda LP2B diberlakukan sejak 2020 untuk menekan alih fungsi.
  • Penduduk Sleman: 1,2–1,3 juta jiwa.
  • Kebutuhan beras: 74.900–75.000 ton per tahun.
  • Produksi beras: Sekitar 135.000 ton per tahun.
  • Surplus beras: ±60.000 ton dapat didistribusikan ke daerah lain.
  • Proyeksi: Jika sawah hanya tersisa 10.000 hektare, dalam 30 tahun ke depan produksi beras diperkirakan masih cukup untuk kebutuhan lokal.


Pos terkait