Pengemudi Toyota Calya yang Melawan Arah di Jakarta Pusat
Seorang pengemudi mobil Toyota Calya dikenal sebagai pria yang melawan arah di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada Rabu (25/2/2026). Kejadian tersebut menarik perhatian banyak orang dan menjadi viral di media sosial. Dalam kejadian tersebut, mobil yang dikemudikan oleh Hafiz Mahendra sempat dikejar oleh massa.
Hafiz Mahendra mengaku tidak tahu bahwa di dalam mobilnya terdapat senjata tajam dan pelat nomor palsu. Menurut pengakuan Hafiz, barang-barang tersebut adalah milik kakaknya. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah informasi ini benar atau hanya alibi dari Hafiz.
Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyampaikan bahwa pihaknya sedang mencari tahu identitas kakak Hafiz Mahendra. Hal ini dilakukan agar dapat dimintai keterangan terkait pengakuan adiknya tersebut. “Dia mengaku (sajam dan pelat palsu) punya kakaknya, tapi masih ditelusuri karena kakaknya belum ketemu, dia bisa ngomong apa saja,” ujarnya.
Penemuan Senjata Tajam dan Pelat Palsu
Saat mobil tersebut dihentikan oleh petugas polisi, sejumlah barang ditemukan di dalam kendaraan. Di antaranya adalah beberapa pelat nomor palsu serta senjata tajam dan senapan mainan. Pelat yang ditemukan berjumlah empat, dengan hanya satu di antaranya yang merupakan pelat asli asal Jakarta. Sementara tiga pelat lainnya, termasuk yang saat itu digunakan bernomor D 1640 AHB diduga palsu.
Kejadian ini bermula dari dugaan penggunaan pelat nomor palsu oleh pengemudi mobil tersebut. Kepala Polres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, menyebutkan bahwa mobil tersebut dikemudikan oleh Hafiz Mahendra, seorang pria asal Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Mobil yang dikemudikan oleh Hafiz Mahendra membawa sejumlah penumpang, termasuk seorang balita. Saat diberhentikan oleh petugas, Hafiz mengaku takut ditilang dan kabur dengan melawan arus hingga menabrak sejumlah kendaraan.
Tindakan yang Dilakukan oleh Pihak Berwajib
Setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan pemeriksaan terhadap Hafiz Mahendra. Selain itu, mereka juga melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait pelat nomor palsu dan senjata tajam yang ditemukan di dalam mobil. Proses penyelidikan ini dilakukan untuk memastikan apakah ada indikasi tindakan ilegal yang dilakukan oleh Hafiz Mahendra atau pihak lainnya.
Dalam kasus ini, pihak kepolisian juga memeriksa kondisi mobil dan penumpang yang ada di dalamnya. Mereka memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meskipun demikian, insiden ini menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan berkendara di jalan raya.
Kesimpulan
Kasus ini menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat akan aturan lalu lintas dan penggunaan dokumen kendaraan yang sah. Selain itu, kejadian ini juga menjadi peringatan bagi para pengemudi untuk tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Pihak kepolisian akan terus melakukan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan lalu lintas guna menjaga keamanan dan ketertiban di jalan raya.





