Gaya Nyentrik Istri Gubernur Kaltim Jadi Sorotan
Sosok Sarifah Suraidah, istri dari Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Masud, menjadi sorotan publik karena gaya berpakaian yang sangat nyentrik. Melalui akun Instagram pribadinya, ia sering membagikan potret diri dengan busana panjang bercorak bunga, perhiasan mewah, serta topi lebar yang membuatnya tampil beda. Penampilan ini membuat banyak warganet menyamakan penampilannya dengan wanita bangsawan Belanda atau bangsawan Eropa zaman dulu.
Sarifah lahir di Balikpapan pada 1 Januari 1981. Sebelum terjun ke dunia politik, ia merupakan seorang pengusaha sukses yang menjabat sebagai pemimpin di PT Barokah Agro Perkasa selama hampir satu dekade (2014–2023). Karier politiknya memuncak saat ia resmi dilantik sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Golkar. Ia maju dari Dapil Kalimantan Timur untuk menggantikan posisi suaminya yang memilih berkompetisi dalam Pemilihan Gubernur.
Di internal partai, Sarifah juga memegang posisi strategis sebagai Ketua Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kaltim. Gaya dan penampilannya yang khas membuatnya menjadi salah satu tokoh yang cukup dikenal di kalangan masyarakat dan media.
Perdebatan tentang Mobil Dinas Gubernur
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud viral karena enggan menggunakan mobil dinas murah seperti Kijang karena terkesan miskin. Ia menyampaikan bahwa tidak ingin masyarakat Kaltim merasa direndahkan seolah-olah miskin banget. “Jangan saya disuruh pakai Kijang. Jangan direndahkan masyarakat Kaltim ini seolah-olah miskin banget gitu loh,” ujarnya.
Polemik ini berawal dari pengadaan mobil dinas gubernur Kalimantan Timur yang anggarannya mencapai 8,5 miliar. Meski merek mobil tersebut belum diketahui pasti, spesifikasi dan anggarannya telah terpajang dalam sistem Inaproc Pemprov Kaltim. Mobil tersebut berjenis SUV hybrid dengan spesifikasi mesin 2.996 cc bertenaga 434 HP, didukung kapasitas baterai 38,2 kWh serta penggerak listrik 140 kW bertorsi 620 Nm.
Terkait pengadaan mobil bernilai miliaran rupiah itu, Rudy Masud digruduk oleh ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Aliansi GERAM) pada Senin (23/2/2026). Menanggapi pertanyaan mahasiswa soal mobil tersebut, Rudy Masud mengajak semua pihak untuk tabayyun dan jangan suudzon, terlebih di bulan puasa.
“Kami di Kalimantan Timur sampai hari ini. Belum ada mobil dinas dari Pemprov Kaltim untuk Kalimantan Timur yang ada di Jakarta,” ujar orang nomor satu di Benua Etam itu.
Aturan dan Alasan Pengadaan Mobil
Rudy menjelaskan bahwa ada aturan main soal standar mobil dinas pejabat daerah yang merujuk pada Permendagri Nomor 7 Tahun 2006. Aturan tersebut menetapkan batas maksimal kapasitas mesin untuk jenis sedan adalah 3.000 cc, sedangkan untuk jenis jeep maksimal 4.200 cc. Mobil yang diadakan pun, kata Rudy, masuk dalam koridor aturan tersebut dengan kapasitas 3.000 cc.
Selain itu, Rudy menegaskan Kalimantan Timur memiliki posisi strategis sebagai etalase Indonesia yang menjadi perhatian nasional bahkan internasional seiring keberadaan Ibu Kota Nusantara. “Ingat, Kalimantan Timur ini etalase Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltim sering menerima tamu dari berbagai penjuru, mulai dari Sabang sampai Merauke, hingga tamu dari kancah global. Oleh karena itu, kata dia, standar fasilitas yang digunakan harus mencerminkan martabat daerah agar tidak dipandang sebelah mata oleh pihak luar.
Mobil untuk Kedinasan di Ibu Kota
Rudy kembali menekankan bahwa unit kendaraan tersebut memang tidak ditempatkan di daerah, melainkan untuk menunjang kedinasan di ibu kota agar setara dengan standar protokol di sana. “Hari ini mobil Pemprov Kaltim tidak ada mobilnya di sini yang ada cuma di Jakarta, kalau di Jakarta disesuaikan dong,” pungkasnya.





