Geger Perselingkuhan Kepala Puskesmas di Blora
Sebuah kasus perselingkuhan antara dua kepala puskesmas di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini menjadi perbincangan hangat. Kasus ini melibatkan dr. EHF dan seorang pria berinisial DK yang diduga menjalin hubungan terlarang. Sang suami, yaitu dr. SDA, seorang dokter spesialis, akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib.
Kasus ini diketahui sejak Januari 2025, namun kesabaran dr. SDA akhirnya habis setelah menemukan bukti-bukti kuat. Ia menyertakan bukti percakapan mesra serta bukti check-in di Yogyakarta sebagai alat bukti dalam laporannya. Laporan tersebut disampaikan langsung kepada Bupati Blora, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala BKPSDM Kabupaten Blora.
Dalam surat laporan yang dikeluarkan, dr. SDA menyatakan bahwa istrinya, dr. EHF, diduga menjalin hubungan asmara dengan DK yang juga seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Blora. Ia menegaskan bahwa hubungan ini telah berlangsung sejak bulan Januari 2025 hingga saat ini.
Selain itu, dr. SDA juga mengungkapkan bahwa ia sebelumnya telah melaporkan masalah ini ke Polresta Yogyakarta. Ia berharap aparat kepolisian dapat melakukan pemeriksaan lebih dalam terkait bukti menginap pada tanggal 2-3 Juli 2025.
“Saya berharap pimpinan daerah dapat mengambil tindakan tegas terhadap kedua oknum tersebut. Perbuatan mereka tidak hanya mengkhianati keluarga, tetapi juga mencoreng citra ASN di wilayah Kabupaten Blora,” ujarnya dengan tegas.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Blora, Heru Eko Wiyono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima aduan dari terlapor. Berkas akan segera dikaji oleh tim yang terdiri dari berbagai instansi seperti BKPSDM, Inspektorat, Bagian Hukum, dan Dinas Kesehatan.
Viral Pencuri Bini Orang di Blora
Sebelumnya, sebuah insiden viral di media sosial terkait seorang pria yang mengalami penganiayaan di Blora, Jawa Tengah. Pria tersebut dilaporkan dianiaya oleh warga karena diduga sedang berduaan di dalam kamar dengan wanita berinisial R yang sudah memiliki suami.
Penganiayaan terjadi di rumah wanita tersebut pada malam hari, tepatnya pada hari Minggu sekitar pukul 23.30 di Desa Srigading, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Pria dengan wajah babak belur itu mengaku bahwa dirinya tidak berada di dalam kamar, melainkan sedang berada di ruang tamu.
Namun, tiba-tiba sekelompok orang datang dan melakukan penggerebekan. Sebelum melakukan kekerasan fisik, warga sempat merekam keberadaannya. Akibat situasi memanas, pria tersebut akhirnya dipukul oleh banyak orang yang ada di lokasi.
Setelah dihajar di dalam rumah, dia diarak dengan tangan terikat menuju balai desa setempat. Meski menyadari tindakannya memicu kemarahan warga, pria tersebut merasa tidak puas dengan perlakuan kasar dan aksi main hakim sendiri yang dialaminya.
Akibatnya, pria tersebut kini melaporkan kasus pengeroyokan yang dialaminya ke kepolisian setempat. Sampai saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini.





