Spanyol Menegaskan Tidak Akan Izinkan Pangkalan Militer Digunakan untuk Serangan terhadap Iran
Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mengizinkan pangkalan militer yang dioperasikan bersama oleh Amerika Serikat (AS) dan Spanyol digunakan untuk menyerang Iran. Pernyataan ini dikeluarkan setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran akhir pekan lalu. Pernyataan tersebut juga menunjukkan kecaman pemerintah Spanyol terhadap tindakan yang dilakukan oleh kedua negara.
Beberapa pesawat militer AS telah meninggalkan pangkalan militer Rota dan Moron di selatan Spanyol sejak serangan terhadap Iran dimulai. Informasi ini didapatkan dari situs pelacakan penerbangan FlightRadar24 pada Senin. Peta yang ditampilkan menunjukkan pergerakan pesawat-pesawat tersebut, termasuk beberapa yang menuju Jerman dan Prancis.
Pernyataan Albares menggarisbawahi bahwa Spanyol akan memastikan bahwa pangkalan militer yang berada di bawah kedaulatannya tidak digunakan untuk operasi yang bertentangan dengan piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menekankan bahwa penggunaan pangkalan hanya boleh dilakukan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati dengan AS.
- Beberapa pesawat militer AS terlihat mendarat di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman, menurut data FlightRadar24.
- Sebelumnya, Inggris juga menolak penggunaan pangkalan militer mereka untuk serangan terhadap Iran. Namun, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, memberikan izin penggunaan pangkalan untuk tujuan “pertahanan diri kolektif” pada Minggu.
Sikap Spanyol terhadap serangan terhadap Iran kembali membuat negara tersebut menjadi pengecualian di kawasan Eropa. Hal ini berpotensi memperburuk hubungan antara Spanyol dan Washington, terlebih setelah Perdana Menteri Pedro Sanchez, dari Partai Sosialis, menyampaikan kecaman terhadap aksi AS-Israel.
Albares menjelaskan bahwa pangkalan militer Spanyol tidak digunakan dalam operasi serangan terhadap Iran. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada penggunaan yang dilakukan tanpa persetujuan dari perjanjian dengan AS atau yang bertentangan dengan prinsip PBB.
Pesawat Militer yang Ditempatkan di Spanyol
Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, menjelaskan bahwa pesawat-pesawat yang ditempatkan secara permanen di Spanyol—termasuk pesawat tanker pengisian bahan bakar udara seperti Boeing KC-135 ‘Stratotanker’—tidak digunakan dalam operasi serangan terhadap Iran.
Situs pelacakan FlightRadar24 menunjukkan bahwa sembilan pesawat tanker lepas landas dari pangkalan udara Moron di selatan Spanyol pada Minggu dan menuju Jerman. Dua penerbangan lainnya berangkat dari Rota, pangkalan angkatan laut yang memiliki landasan udara, menuju Prancis selatan.
Empat penerbangan tambahan juga tercatat berangkat dari Rota, meskipun rutenya tidak ditampilkan dalam data FlightRadar24. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan pesawat militer AS masih terus dipantau oleh berbagai sumber informasi.
Kebijakan Spanyol yang Konsisten
Kebijakan Spanyol yang konsisten dalam menolak penggunaan pangkalan militer untuk serangan terhadap Iran menunjukkan komitmen negara tersebut terhadap prinsip perdamaian dan kerja sama internasional. Sikap ini juga mencerminkan posisi politik Spanyol yang lebih netral dibandingkan beberapa negara Eropa lainnya.
Dengan tetap mematuhi perjanjian dengan AS dan menjaga hubungan diplomatik, Spanyol berusaha memastikan bahwa kepentingan nasionalnya tetap terjaga tanpa harus terlibat langsung dalam konflik regional. Langkah ini juga menunjukkan bahwa Spanyol tetap menjunjung tinggi hukum internasional dan prinsip keamanan kolektif.





