Sport Edupreneurship Jadi Ciri Khas, PJKR Undana Lahirkan Guru dan Wirausaha Olahraga Berdaya Saing

E3f60803 Fe2c 403d A157 E82360dc952f 2
E3f60803 Fe2c 403d A157 E82360dc952f 2

Visi PJKR Undana: Sport Edupreneurship yang Berdaya Saing Global

Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) terus menegaskan kekhasannya sebagai prodi berbasis Sport Edupreneurship. Visi ini menjadi pembeda utama PJKR Undana dibanding program studi sejenis di daerah lain.

Ketua Prodi PJKR Undana, Ronald Dwi Ardian Fufu, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pengembangan prodi saat ini difokuskan pada peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa guna menunjang akreditasi sebagai prioritas utama. Ia mengatakan bahwa kegiatan dosen lebih difokuskan pada peningkatan kompetensi, termasuk mendorong dosen memiliki lisensi BNSP agar diakui secara nasional. Selain itu, dosen juga aktif dalam penelitian dan pengabdian hibah bersaing yang dikelola LP2M untuk mengembangkan kapasitas akademik.

Pengembangan Mahasiswa yang Luas

Tidak hanya dosen, mahasiswa PJKR juga mendapat ruang pengembangan yang luas, baik akademik maupun non-akademik. Kegiatan akademik rutin meliputi kejuaraan dan turnamen olahraga seperti futsal, bola voli, dan sepak takraw. Sementara itu, kegiatan non-akademik mencakup lomba microteaching, penulisan karya ilmiah, hingga lomba media pembelajaran. Bahkan, prodi ini juga menyelenggarakan lomba senam tingkat nasional.

Menurut Ronald, arah pengembangan tahun ini lebih menitikberatkan pada kewirausahaan mahasiswa serta produktivitas dosen dalam penulisan book chapter, buku, jurnal, dan benchmarking. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat daya saing lulusan sekaligus mendukung peningkatan mutu institusi.

Visi Sport Edupreneurship yang Tidak Biasa

Yang menjadi kekhasan PJKR Undana adalah visi Sport Edupreneurship yang tidak hanya mencetak lulusan sebagai guru PJOK, pelatih, atau wasit, tetapi juga wirausahawan di bidang olahraga. Untuk mendukung visi tersebut, kurikulum berbasis OBE (Outcome Based Education) dirancang dengan mata kuliah kewirausahaan olahraga, event olahraga, dan jurnalisme olahraga. Selain itu, terdapat pula mata kuliah penciri universitas seperti Budaya Lahan Kering dan Pendidikan Anti Korupsi.

Mahasiswa PJKR Undana dibekali kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian berlandaskan Pancasila, serta kemampuan manajerial, kewirausahaan, teknologi informasi, dan bahasa Inggris. Ini menjadi bekal penting agar mereka mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Kurikulum yang Adaptif dan Inovatif

Penguatan kurikulum tersebut lahir dari analisis kebutuhan yang melibatkan pengguna lulusan dan ikatan alumni. Data menunjukkan adanya peluang pengembangan di bidang Sport Edupreneurship, sehingga prodi menyesuaikan arah kurikulum untuk menjawab kebutuhan pasar kerja.

Saat ini, kata dia, PJKR Undana memiliki 554 mahasiswa aktif dengan 12 dosen tetap. Antusiasme calon mahasiswa pun terus meningkat, terbukti dengan penerimaan tiga kelas baru setiap tahun.

Komitmen untuk Melahirkan Lulusan Berkualitas

Sebagai salah satu program studi di lingkungan FKIP Undana, PJKR terus berkomitmen melahirkan lulusan berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan roadmap penelitian dan pengabdian yang terarah serta kurikulum inovatif berbasis Sport Edupreneurship, PJKR Undana optimistis menjadi pusat pengembangan pendidikan jasmani yang adaptif dan berdaya saing global.


Pos terkait