Penjelasan SPPG Gondangsari Mengenai Acara Buka Puasa Bersama yang Viral
Sebuah video mengenai acara buka puasa bersama (bukber) pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gondangsari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menjadi sorotan setelah viral di media sosial. Video tersebut menampilkan suasana acara yang dinilai terkesan mewah, sementara masyarakat masih menyampaikan keluhan mengenai kualitas menu kering program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan.
Tidak Mencerminkan Empati?
Banyak warganet mengkritik kegiatan tersebut karena dinilai tidak mencerminkan empati terhadap kondisi di lapangan. Mereka menilai bahwa acara yang digelar di Hotel Sriti Magelang itu justru bertentangan dengan keluhan masyarakat terkait kualitas menu MBG yang sering dianggap kurang layak dan belum memenuhi kebutuhan gizi yang memadai.
Asisten Lapangan SPPG Gondangsari, Ahmad Rifky Prayudhi, menjelaskan bahwa kegiatan bukber tersebut dilakukan sebagai bentuk apresiasi bagi para pekerja SPPG, termasuk mereka yang berasal dari kalangan ekonomi lemah. Ia juga menyebut bahwa perekrutan masyarakat miskin di sekitar SPPG merupakan bagian dari pelaksanaan anjuran BGN.
“Bagi para pekerja itu, mereka adalah warga sekitar yang notabene tinggal di dataran tinggi atau kaki Gunung Merbabu dan secara kategori ada di (kemiskinan) desil satu sampai tiga. Maka banyak di antara mereka yang belum pernah merasakan makanan hotel,” katanya.
Tujuan Acara Bukber
Selain sebagai bentuk apresiasi, acara bukber juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi para pekerja untuk memproduksi menu kering yang dibagikan sepanjang bulan Ramadan. Rifky memberikan contoh inovasi menu yang muncul setelah kegiatan tersebut, seperti olahan ketan dengan susu dan keju, serta puding buah dengan tampilan lebih menarik.
“Puding buah yang bukan hanya murni puding biasa, tapi buahnya dibuat toping demikian rupa dan cantik ala-ala hotel,” lanjutnya.
Ia juga menjelaskan bahwa saat acara bukber digelar pada 21 Februari 2026 lalu, menu kering MBG belum ramai dikritik masyarakat. “Yang terjadi hari ini itu kan di-clip oleh berbagai macam, awalnya yang meng-clip itu salah satu media atau instagram lokal. Kalau saya melihat dari akunnya itu kan meng-clip menu-menu dari MBG lain, kemudian digabungkan dengan video itu. Jadi dibuatlah framing narasi seolah-olah di tengah polemik menu kering kok kita malah berbuka bersama di hotel,” jelasnya.
Tanggapan Terkait Keluhan Menu
Terkait kualitas menu MBG di dapurnya, Rifky mengklaim bahwa komplain dari penerima manfaat relatif minim. Dalam sepekan terakhir, hanya ada satu keluhan terkait menu salak dan keripik bayam yang dianggap kurang variatif.
“Notabene warga sekitar itu sudah sangat sering dengan salak dan keripik bayam. Tapi ya Alhamdulillah sudah kita coba kita berbenah,” ujarnya.
Kegiatan Permainan Saat Acara
Menanggapi cuplikan video yang menampilkan pembagian uang, Rifky menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari permainan yang digelar saat acara berlangsung. Ia menyebut bahwa uang hanya diberikan kepada peserta yang memenangkan permainan.
“Padahal itu kita buat game kayak mana yang bisa menjawab pertanyaan, kemudian mana yang kostum terbaik dan lain sebagainya,” jelasnya.
Data Penerima Manfaat
Saat ini, SPPG Gondangsari telah melayani sekitar 2.107 orang, terdiri dari siswa tingkat TK hingga SMP. Sementara itu, sasaran ibu hamil dan menyusui di wilayah tersebut belum berjalan.





