Nasib Sriwijaya FC di Ujung Tanduk
Nasib Sriwijaya FC kini berada di ujung tanduk menjelang laga hidup mati melawan Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu (28/2/2026) malam. Pertandingan ini menjadi momen penting bagi Laskar Wong Kito karena jika kalah, mereka akan terdegradasi ke Liga 3 atau Liga Nusantara musim depan.
Saat ini, Sriwijaya FC masih terpuruk di dasar klasemen dengan hanya dua poin dari 20 pertandingan yang telah dijalani. Sementara Persekat Tegal, yang berada di peringkat ke-9 zona play off, telah mengoleksi 22 poin. Jika Sriwijaya FC kalah dalam laga melawan Sumsel United, mereka hanya memiliki enam pertandingan tersisa. Dengan asumsi maksimal poin yang bisa diraih adalah 18 poin dari enam laga, total poin yang dimiliki akan mencapai 20 poin. Jumlah tersebut tetap tidak cukup untuk melewati Persekat Tegal.
Fokus pada Mental dan Performa Tim
Pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, mengaku tidak ingin membebani pemain dengan bayang-bayang degradasi. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membangun mental dan performa tim di setiap pertandingan.
“Jika pertandingan melawan Sumsel United kami kalah tidak akan bertahan di Liga 2, jujur saya tidak membawa pemikiran itu kepada tim. Saya hanya menuntut kepada pemain bagaimana mereka fokus dalam setiap pertandingan termasuk melawan Sumsel United,” ujar Iwan Setiawan dalam sesi pre match press conference, Jumat (28/2/2026).
Iwan Setiawan, yang kerap dijuluki “The Special One” Indonesia, juga menekankan bahwa setiap pertandingan selalu memberi peluang yang sama untuk meraih kemenangan. Ia ingin anak asuhnya tampil fight dan menunjukkan peningkatan performa dibanding putaran pertama dan kedua.
Menurutnya, hasil akhir memang penting, namun yang lebih utama adalah membangun tim dengan mentalitas kuat dan permainan yang solid agar tidak mudah kebobolan serta mampu bersaing dengan tim lain.
Strategi dan Harapan untuk Masa Depan
Iwan Setiawan menekankan bahwa yang terpenting adalah bagaimana ia bisa membangun tim ini menjadi sebuah tim dengan performa yang hebat dengan mentalitas yang hebat. Ia percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat, hasilnya juga akan bagus.
Pertandingan melawan Sumsel United bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang bagaimana Sriwijaya FC bisa menunjukkan perkembangan dan kompetitif di Liga 2. Pelatih ini berharap para pemain mampu menunjukkan semangat dan tekad yang tinggi dalam laga ini.
Dengan situasi yang sangat genting, Sriwijaya FC harus memperlihatkan performa terbaik mereka. Mereka membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi di klasemen dan menghindari ancaman degradasi.
Pemain dan Teknik yang Digunakan
Untuk mencapai tujuan tersebut, Iwan Setiawan telah menyiapkan strategi yang tepat. Ia memastikan bahwa pemain-pemainnya dilatih secara intensif untuk meningkatkan kemampuan teknis dan taktis. Selain itu, ia juga memperhatikan kondisi fisik dan mental para pemain agar siap menghadapi tekanan besar di laga ini.
Beberapa pemain kunci seperti [Nama Pemain] dan [Nama Pemain] akan menjadi andalan dalam laga ini. Mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi besar baik dalam serangan maupun pertahanan.
Selain itu, Iwan Setiawan juga memperhatikan pengaturan formasi dan rotasi pemain agar semua pemain bisa tampil optimal. Ia percaya bahwa dengan kekompakan dan kepercayaan diri yang tinggi, Sriwijaya FC bisa meraih kemenangan.
Semangat dan Dukungan dari Suporter
Dukungan dari suporter juga menjadi faktor penting dalam laga ini. Para pendukung Sriwijaya FC diharapkan hadir dan memberikan dukungan penuh kepada tim. Dukungan tersebut bisa menjadi motivasi tambahan bagi pemain untuk tampil lebih baik.
Semangat dan antusiasme dari para pendukung akan memberikan energi positif yang diperlukan oleh tim. Dengan dukungan yang kuat, Sriwijaya FC memiliki peluang besar untuk menghadapi tantangan ini.
Laga ini akan menjadi ujian berat bagi Sriwijaya FC, tetapi juga kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka masih mampu bersaing di Liga 2. Dengan persiapan yang matang dan semangat yang tinggi, harapan untuk meraih kemenangan tetap ada.





