Sriwijaya FC Mundur dari Pegadaian Championship, Klub Mantan Syamsul Chaeruddin Terdegradasi ke Liga 3

49714 Penyerang Santos Deivid Washington 1
49714 Penyerang Santos Deivid Washington 1

Sriwijaya FC Terdegradasi dari Liga 2, Kondisi yang Menyedihkan

Sriwijaya FC resmi terdegradasi dari Liga 2 ke Liga 3 atau Liga Nusantara setelah kalah 3-0 dari Sumsel United. Tim berjuluk Laskar Wong Kito itu hanya meraih dua poin dari 21 pertandingan musim ini, dengan catatan 19 kekalahan dan tanpa satu pun kemenangan. Krisis finansial disebut menjadi penyebab utama merosotnya performa tim, termasuk kekalahan telak 15-0 dari Adhyaksa FC.

Sriwijaya FC menjadi tim pertama yang resmi turun kasta musim ini. Selamat tinggal Pegadaian Championship atau Liga 2. Eks tim Syamsul Chaeruddin terdegrasi ke Liga 3 setelah kalah dari Sumsel United 3-0. Sriwijaya FC sudah tampil ngos-ngosan sejak awal Liga 2.

Penyebab Performa yang Buruk

Penyebabnya ialah krisis finansial. Dari total 21 laga yang telah dimainkan musim ini, Sriwijaya FC hanya bisa memetik dua poin saja. Dua poin tersebut pun diraih berkat hasil imbang sebanyak dua kali musim ini. Sisanya, Sriwijaya FC tidak pernah sekalipun meraih kemenangan dan telah menelan kekalahan sebanyak 19 kali, termasuk yang terbaru melawan Sumsel United. Catatan 19 kekalahan jelas menjadi bukti valid bobroknya performa tim Laskar Wong Kito dalam mengarungi kompetisi Liga 2 musim ini.

Bahkan Sriwijaya FC pernah kalah 15-0 dari Adhyaksa FC. Ini menunjukkan betapa buruknya kondisi tim selama musim ini. Sebagai klub yang pernah menjadi disegani di Liga 1, kini Sriwijaya FC harus menerima kenyataan pahit ini.

Pengakuan Pelatih Sriwijaya FC

Pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, mengaku sudah menyadari situasi sulit sebelum laga melawan Sumsel United. Iwan Setiawan mulai menangani Sriwijaya FC pada putaran ketiga Championship setelah manajemen tidak melanjutkan kerja sama dengan Budi Sudarsono. Saat menerima tawaran itu, ia sudah memahami peluang tim untuk bertahan sangat kecil.

Iwan Setiawan memilih tidak membebani pemain dengan tekanan soal peluang bertahan. “Jika pertandingan melawan Sumsel United kami kalah tidak akan bertahan di Liga 2, jujur saya tidak membawa pemikiran itu kepada tim,” kata Iwan Setiawan sebelum laga. “Saya hanya menuntut kepada pemain bagaimana mereka fokus dalam setiap pertandingan termasuk melawan Sumsel United,” tambahnya.

Menurutnya, fokus pada setiap pertandingan menjadi hal utama di tengah kondisi tim yang sulit sepanjang musim. “Jujur aja, saat saya ditawarkan untuk pegang Sriwijaya FC di putaran ketiga,” kata Iwan Setiawan. “Barangkali banyak orang-orang bertanya seorang coach Iwan Setiawan mau pegang tim ini. Di mana kondisinya sampai saat kemarin mau memulai putaran ketiga rasanya udah kecil kemungkinan bisa bertahan.”

“Rasanya mustahil kalau kita bisa memenangkan dari awal semua tim. Dari awal bahwa bisa memenangkan semua pertandingan sisa. Tapi saya pikir ini tawaran yang hebat karena saya tahu ini adalah tim yang Sriwijaya FC adalah tim yang hebat, punya sejarah hebat. Dan saya tahu tim ini didukung oleh suporter yang hebat,” tambahnya.

Sejarah yang Membanggakan

Sekedar diketahui, Sriwijaya pernah menjadi klub disegani di Liga 1. Didirikan pada 23 Oktober 2004, tim ini memainkan pertandingan kandangnya di Stadion Gelora Sriwijaya, yang memiliki kapasitas 23.000 penonton. Klub ini memenangkan gelar utama pertamanya, Liga Indonesia Premier Division pada tahun 2008. Pada musim yang sama, klub ini juga memenangkan Copa Indonesia, menjadikan mereka klub pertama dan satu-satunya di Indonesia yang pernah meraih gelar ganda.




Pos terkait