Maximo Quiles, murid Marc Marquez, meninggalkan balapan Moto3 Thailand dengan sedikit rasa kecewa meskipun berhasil meraih podium kedua. Meski begitu, performanya di Sirkuit International Chang, Buriram, Thailand, menunjukkan potensi besar yang bisa berbicara banyak pada musim ini.
Quiles, yang membela Aspar Team, tampil kompetitif sepanjang balapan dan mampu mengamankan posisi kedua setelah start dari urutan keempat. Persaingan sengit terjadi antara Quiles dan David Almansa dari Intact GP, yang sama-sama menunjukkan performa luar biasa. Keduanya terlihat saling mengejar dan menjaga jarak cukup jauh dari para rival di belakangnya, termasuk Veda Ega Pratama, pembalap debutan asal Indonesia.
Veda Ega Pratama, yang memperkuat Honda Team Asia, memulai balapan dari urutan kelima dan sempat berada di posisi ketiga sebelum akhirnya finis di urutan kelima. Meskipun tampil baik, ia gagal mengejar Almansa dan Quiles yang lebih cepat. Sementara itu, Valentin Perone dari Red Bull KTM Tech3 dan Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo masing-masing menempati posisi ketiga dan keempat.
Quiles mengungkapkan rasa puasnya atas hasil ini, terlebih karena ini adalah pertama kalinya ia tampil di Sirkuit Chang. Ia menyebut cuaca yang panas menjadi tantangan tersendiri dalam balapan tersebut. “Saya sangat menikmati balapan pertama saya di Thailand, meskipun sangat sulit karena cuacanya panas,” ujarnya.
Selama balapan, Quiles mengaku awalnya melaju agak santai sebelum menyadari bahwa Almansa memiliki ritme yang sangat baik. Kendala mulai muncul saat ban belakangnya mengalami selip pada beberapa lap terakhir. Meski begitu, ia berhasil mengendalikan motornya dan terhindar dari kecelakaan.
“Saya mencoba untuk tetap di belakang pemimpin dan mencoba tenang sejenak, tetapi kecepatannya sangat tinggi,” kata Quiles. Ia juga mengungkapkan bahwa pada lap terakhir, ban belakangnya mengalami selip dan membuatnya melebar. “Pada saat itu, saya tahu saya harus memacu untuk memperkecil jarak yang ada,” tambahnya.
Quiles menyatakan penyesalan karena gagal menghalangi Almansa di tikungan terakhir. “Saya mencoba untuk menghalanginya (Almansa) di tikungan terakhir, tetapi pada akhirnya dia menyusul saya,” ujarnya. Ia juga mengakui bahwa dirinya sedikit kehilangan keseimbangan dan tidak mengerti bagaimana hal itu bisa terjadi.
Meski sedikit marah dengan hasilnya, Quiles memilih untuk bersikap positif. Ia percaya bahwa kemenangan akan segera datang jika terus meningkatkan kinerjanya. “Saya sedikit marah dengan hasilnya, tetapi kemenangan sudah sangat dekat,” ucapnya. “Saya akan mengambil sisi positifnya, kami telah mengumpulkan beberapa poin bagus dan sekarang kami akan terus bekerja untuk balapan berikutnya,” imbuhnya.





