Ketersediaan Bahan Pokok di Wonosobo Tetap Stabil Saat Ramadan
Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus memantau ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama awal Ramadan. Hasil pemantauan hingga pekan terakhir menunjukkan bahwa kondisi komoditas utama masih dalam pengendalian dan cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Wonosobo, Lintang Esti Pramanasari, menyampaikan bahwa fluktuasi harga masih berada dalam batas wajar. Meski awal Ramadan sering kali mengakibatkan peningkatan konsumsi rumah tangga yang bisa memicu kenaikan harga, pemerintah daerah tetap menjaga stabilitas pasar.
Harga Bahan Pokok yang Stabil
Berdasarkan data terbaru, harga rata-rata sejumlah bahan pokok di Pasar Wonosobo tercatat stabil. Berikut adalah beberapa komoditas utama beserta harga rata-rata per kilogram:
- Beras medium: Rp13.000
- Gula pasir: Rp16.600
- Minyak goreng curah: Rp16.900
- Daging sapi: Rp135.000
- Daging ayam: Rp38.000
- Telur ayam: Rp29.600
- Bawang merah: Rp38.000
- Bawang putih: Rp38.600
- Cabai rawit merah: Rp73.300
Harga cabai rawit merah tercatat sebagai komoditas yang mengalami kenaikan paling signifikan. Hal ini tidak hanya terjadi di Wonosobo, tetapi juga secara nasional.
Ketersediaan Stok Pangan yang Cukup
Selain harga, ketersediaan stok pangan di Pasar Induk Wonosobo juga mencukupi. Beberapa data stok yang tercatat antara lain:
- Beras: 44,95 ton
- Minyak goreng: 14.595 liter
- Gula pasir: 6,97 ton
- Bawang putih: 4,88 ton
- Bawang merah: 5,05 ton
- Daging ayam: 5,07 ton
- Daging sapi: 1,52 ton
- Cabai rawit: 1,11 ton
- Tepung terigu: 110 ton
- Kedelai: 11,70 ton
- Telur: 2,97 ton
Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa stok bahan pokok telah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
Upaya Pemerintah Daerah dalam Mengantisipasi Kenaikan Harga
Pemerintah daerah mengakui bahwa kenaikan harga cabai menjadi perhatian utama. Untuk itu, mereka akan melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar utama seperti Kertek dan Garung. Selain itu, pemerintah juga akan memantau fasilitas distribusi energi seperti SPBU dan SPBE guna memastikan kelancaran distribusi barang.
Pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan Perum Bulog untuk memastikan cadangan pangan mencukupi selama Ramadan hingga Lebaran. Seluruh kecamatan dan desa diminta aktif memantau kondisi pasar di wilayah masing-masing agar potensi gejolak harga dapat segera diantisipasi.
Pengawasan dan Pasar Murah
Untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan atau penimbunan barang yang dapat memicu kenaikan harga, pengawasan akan diperluas ke delapan pasar utama di Kabupaten Wonosobo.
Selain itu, pemerintah daerah akan menggelar pasar murah pada 5-14 Maret di 182 titik di seluruh kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Ini merupakan langkah strategis untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.





