Stok Darah Menipis, PMI Batang Beri Hadiah Sarung Batik untuk Pendonor

Stok Darah Pmi Medan Menipis 16h06 Dom
Stok Darah Pmi Medan Menipis 16h06 Dom

PMI Kabupaten Batang Gelar Donor Darah Spesial Ramadan

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang kembali menggelar kegiatan donor darah spesial selama bulan Ramadan. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketersediaan stok darah yang mulai menipis akibat penurunan jumlah pendonor selama bulan puasa.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, PMI memberikan hadiah khusus kepada 100 pendonor pertama. Mereka akan mendapatkan paket makanan ringan dan sarung batik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasinya.

Kebutuhan darah di Kabupaten Batang tergolong tinggi, mencapai sekitar 1.200 kantong per bulan atau rata-rata 40 kantong per hari. Namun, saat ini stok darah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Penyebab Penurunan Jumlah Pendonor

Menurut Isbandiyah, Penanggung Jawab Mutu PMI Batang, penurunan jumlah pendonor selama Ramadan disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat tentang efek donor darah terhadap kondisi tubuh mereka. Banyak orang merasa takut akan merasa lemas atau khawatir batal puasa.

“Banyak yang takut lemas atau khawatir batal puasa. Padahal, donor darah tidak membatalkan puasa. Jika ragu, bisa dilakukan pagi hari saat kondisi tubuh masih segar atau sore menjelang berbuka,” ujarnya.

Isbandiyah menjelaskan bahwa idealnya stok darah harus dua kali lipat dari kebutuhan harian. Jika kebutuhan harian adalah 40 kantong, maka stok minimal aman adalah 80 kantong per golongan darah.

Namun, saat ini stok darah golongan A dan B berada di bawah batas aman. Untuk golongan B hanya tersedia 12 kantong, sedangkan golongan A sebanyak 30 kantong. Angka tersebut jauh dari standar ideal.

Stok Darah Golongan O dan AB Masih Aman

Berbeda dengan golongan A dan B, stok darah golongan O dan AB relatif aman. Golongan O tercatat sebanyak 116 kantong dan AB sebanyak 54 kantong. Meski demikian, PMI tetap memprioritaskan golongan A dan B karena kebutuhannya lebih tinggi.

Isbandiyah menambahkan bahwa pihaknya telah mengirimkan pengingat melalui sistem WA gateway, terutama kepada pendonor dengan golongan A dan B yang sudah waktunya kembali donor. Meskipun begitu, PMI tetap membuka kesempatan bagi seluruh golongan darah.

“Kami prioritaskan A dan B, tapi semua golongan tetap kami terima. Semakin banyak yang donor, semakin aman stok kita,” ucapnya.

Pengalaman Pendonor

Salah satu pendonor, Roza, warga Kecamatan Batang, mengaku tetap rutin mendonorkan darahnya meski sedang berpuasa. Ia bahkan merasakan manfaat kesehatan dari kebiasaan tersebut.

“Saya rutin donor. Kalau tidak donor rasanya badan kurang enak. Setelah donor malah jadi jarang sakit,” kata Roza.

Ia menegaskan tidak pernah merasa khawatir donor saat Ramadan. “Tidak takut lemas karena sudah terbiasa. Donor saat puasa juga tidak masalah,” ujarnya.

Harapan PMI Batang

Melalui event ini, PMI Batang berharap semangat berbagi di bulan suci tidak hanya diwujudkan melalui sedekah materi, tetapi juga lewat setetes darah yang dapat menyelamatkan nyawa sesama.


Pos terkait