Strategi BUMA (DOID) Hadapi Pemangkasan Produksi Batu Bara

Aa1wytkj
Aa1wytkj



JAKARTA — PT BUMA Internasional Grup Tbk. (DOID) menjelaskan strategi yang akan diambil dalam menghadapi rencana pemerintah yang berencana memangkas kuota produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Direktur BUMA Internasional Grup, Iwan Fuad Salim, menyampaikan bahwa emiten dengan kode saham DOID ini akan segera berkoordinasi dengan klien terkait rencana tersebut.

“Alhamdulillah, sampai saat ini kami belum menerima arahan untuk mengubah rencana yang telah kami susun. Jadi, hingga saat ini kami belum melihat dampaknya. Namun, tentu kami akan bekerja sama dengan klien dan terus memantau situasi,” ujar Iwan di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Iwan juga menuturkan bahwa klien DOID tidak meminta perusahaan untuk mengubah rencana yang telah disiapkan beberapa bulan lalu. Meskipun begitu, hingga saat ini, DOID masih kesulitan memberikan panduan terkait target pengupasan lapisan tanah penutup (overburden removal), produksi batu bara, maupun target pendapatan untuk tahun ini.

Menurut Iwan, dengan perkembangan rencana pemerintah yang akan memangkas kuota produksi batu bara, DOID akan lebih disiplin dalam melakukan kalkulasi panduan untuk tahun ini.

“Karena kami ingin memastikan tidak akan mengecewakan para investor kami,” ujarnya.

Sebelumnya, entitas anak DOID diketahui telah memperpanjang kontrak jasa pertambangan dengan PT Adaro Indonesia (Adaro) hingga 2030. Kontrak baru yang ditandatangani oleh PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) dengan Adaro akan berlaku mulai 1 April 2026 hingga 31 Desember 2030.

Berdasarkan rincian kontrak, BUMA diproyeksikan akan menghasilkan pengupasan lapisan tanah penutup sekitar 239 juta bank cubic meter (bcm). Selain volume pengupasan tanah, kontrak tersebut juga menetapkan target produksi batu bara sebesar 44 juta ton hingga akhir 2030.

Jika dirinci secara tahunan, rata-rata volume pengupasan mencapai 50,5 juta bcm dengan rata-rata produksi batu bara sebesar 9,3 juta ton per tahun.

Strategi dan Kesiapan DOID

Dalam menghadapi tantangan yang muncul dari kebijakan pemerintah, DOID menunjukkan komitmen untuk tetap menjaga kualitas dan kinerja operasional. Berikut beberapa langkah strategis yang dilakukan:

  • Koordinasi dengan Klien: DOID akan segera berkomunikasi dengan klien guna memastikan keselarasan antara rencana perusahaan dan kebutuhan pasar.
  • Pemantauan Situasi: Perusahaan akan terus memantau perkembangan kebijakan pemerintah dan menyesuaikan strategi jika diperlukan.
  • Peningkatan Disiplin Operasional: Dengan adanya pembatasan kuota produksi, DOID akan lebih teliti dalam merencanakan target dan anggaran.
  • Pemenuhan Target Investasi: Perusahaan berkomitmen untuk memastikan kinerja yang optimal agar tidak mengecewakan para pemegang saham.

Proyeksi Produksi Batu Bara

Kontrak jasa pertambangan dengan Adaro menjadi salah satu faktor penting dalam proyeksi produksi batu bara DOID. Berdasarkan kontrak tersebut, BUMA akan melakukan pengupasan lapisan tanah penutup sebesar 239 juta bcm selama masa kontrak.

Selain itu, produksi batu bara diharapkan mencapai 44 juta ton hingga akhir 2030. Dari jumlah tersebut, rata-rata produksi per tahun mencapai 9,3 juta ton, sementara rata-rata volume pengupasan mencapai 50,5 juta bcm.

Komentar dan Perspektif

Iwan Fuad Salim menyampaikan bahwa meskipun ada perubahan dalam kebijakan pemerintah, DOID tetap optimis dalam menjalankan operasionalnya. Ia menekankan bahwa perusahaan akan terus memastikan kinerja yang baik dan dapat diandalkan oleh para pemangku kepentingan.

Dengan komitmen tersebut, DOID siap menghadapi tantangan di masa depan dan tetap berupaya untuk memenuhi ekspektasi pasar serta para pemegang saham.

Pos terkait