Strategi Investasi Saat Perang di Timur Tengah

Aa1xm8c5 2
Aa1xm8c5 2

Kondisi pasar keuangan saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan, terutama akibat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Kondisi ini telah memengaruhi kinerja saham-saham di pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap tenang dan memiliki strategi yang tepat dalam mengelola portofolio mereka.

Muhammad Wafi, Head of Research dari KISI Sekuritas, menilai bahwa di tengah situasi yang tidak menentu ini, investor perlu menerapkan strategi defensif. Menurutnya, penting bagi para pemodal untuk melakukan penyesuaian atau rebalancing portofolio, bukan hanya pada instrumen saham, tetapi juga pada instrumen dengan risiko lebih rendah seperti Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), Surat Berharga Negara (SBN), Sertifikat Ritel Bank Indonesia (SRBI), atau emas.

“Jika ingin tetap berada di saham, investor bisa realokasi ke sektor defensif seperti konsumer atau sektor yang justru diuntungkan oleh kondisi saat ini, seperti migas dan emas,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (2/3/2026).

Beberapa saham yang direkomendasikan oleh KISI Sekuritas antara lain:

  • PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC)
  • PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM)
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP)
  • PT Bukit Asam Tbk. (PTBA)
  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG)
  • PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA)

Di sisi lain, Abida Massi Armand, Analis BRI Danareksa Sekuritas, menekankan pentingnya bagi investor untuk tetap terbuka terhadap peluang-peluang yang ada di tengah volatilitas pasar. Ia menyarankan agar investor tetap rasional dan fokus pada instrumen yang memiliki dasar fundamental yang kuat serta bersifat defensif.

Selain itu, Abida menekankan bahwa investor harus memantau volatilitas pasar dan tidak bereaksi berlebihan terhadap informasi jangka pendek. Menurutnya, kondisi pasar yang fluktuatif sering kali membuka peluang akumulasi bagi investor jangka panjang.

“Meski tekanan dari MSCI dan konflik geopolitik menekan aliran modal asing, kami mencatat bahwa kebutuhan investor jangka panjang tetap pada fundamental pasar dan stabilitas ekonomi domestik, sehingga dana asing bisa kembali ketika sentimen global membaik,” katanya.

Abida merekomendasikan beberapa saham komoditas dan energi yang dinilai menarik, antara lain:

  • PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dengan target harga Rp4.800
  • PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) dengan target harga Rp2.500
  • PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC)
  • PT Elnusa Tbk. (ELSA)
  • Saham-saham perkapalan seperti PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI), PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL), hingga PT Soechi Lines Tbk. (SOCI)

Menurut Abida, saham-saham ini menarik karena memiliki fundamental yang kuat dan katalis positif dari kenaikan harga komoditas serta aktivitas perdagangan. Namun, ia menekankan pentingnya manajemen risiko mengingat volatilitas pasar masih tinggi.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Pos terkait