.CO.ID – JAKARTA
Perusahaan asuransi umum PT Asuransi Tokio Marine Indonesia (Tokio Marine Indonesia) telah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja asuransi marine cargo pada tahun ini. Langkah-langkah ini diambil mengingat masih adanya tantangan dari dinamika geopolitik global yang memengaruhi arus perdagangan dan logistik.
Presiden Direktur Asuransi Tokio Marine Indonesia, Sancoyo Setiabudi, menyadari bahwa perubahan situasi geopolitik dapat berdampak signifikan terhadap jalur pengiriman dan kebijakan tarif. Oleh karena itu, pihaknya secara aktif melakukan pemantauan risiko negara dan rute pengiriman, terutama terkait potensi perubahan kebijakan tarif, pembatasan perdagangan, serta penyesuaian jalur distribusi.
“Kami fokus pada upaya pencegahan risiko dengan memantau setiap perubahan yang mungkin memengaruhi operasional kami,” ujarnya dalam wawancara terbaru.
Selain itu, Sancoyo menjelaskan bahwa perusahaan akan menerapkan underwriting yang disiplin dan memastikan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas portofolio asuransi marine cargo.
Pada tahun ini, Tokio Marine Indonesia menargetkan pertumbuhan premi asuransi marine cargo sebesar 8%. Namun, Sancoyo menekankan bahwa fokus utama bukan hanya pada volume, tetapi juga pada kualitas portofolio. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan akan melakukan pengelolaan risiko yang lebih ketat, memperkuat kerja sama dengan broker dan mitra logistik, serta meningkatkan layanan, terutama dalam proses klaim yang cepat dan transparan.
Pada tahun 2025, kinerja premi asuransi marine cargo perusahaan tercatat stabil meskipun sedikit mengalami penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya. Perubahan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti perubahan rute pengiriman, kenaikan biaya logistik, serta penyesuaian rantai pasok akibat kondisi geopolitik global.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di situs resmi, Tokio Marine Indonesia mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 1,90 triliun hingga akhir 2025. Sementara itu, klaim bruto perusahaan mencapai Rp 1,13 triliun pada akhir periode yang sama. Laba setelah pajak perusahaan mencapai Rp 268,19 miliar.
Strategi yang diterapkan oleh Tokio Marine Indonesia menunjukkan komitmen perusahaan untuk tetap tangguh di tengah tantangan eksternal. Dengan fokus pada pengelolaan risiko, inovasi layanan, dan kolaborasi dengan mitra, perusahaan berupaya mempertahankan posisi kuat dalam industri asuransi marine cargo.





