Penurunan Kasus Stunting di Kota Ambon
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) mencatat penurunan jumlah anak yang mengalami stunting. Angka ini menunjukkan perkembangan positif dalam upaya pencegahan dan penanganan masalah kesehatan masyarakat.
Sebelumnya, jumlah kasus stunting di kota Ambon mencapai 287 kasus, namun pada Desember 2025, angka tersebut turun menjadi 279 kasus. Kepala DPPKB Kota Ambon, Welly Patty, menyatakan bahwa penurunan ini menjadi indikasi baik dalam mempercepat penanganan stunting di wilayah tersebut.
“Data terakhir per Desember tercatat 279 kasus, turun dari sebelumnya 287. Kami berharap tren ini terus menurun sehingga angka stunting di Ambon bisa mencapai 14 persen atau bahkan di bawah itu,” ujarnya kepada awak media.
Berdasarkan data DPPKB, kasus stunting terdata di lima kecamatan di Kota Ambon, yaitu:
- Kecamatan Nusaniwe: 65 kasus
- Kecamatan Sirimau: 103 kasus
- Kecamatan Leitimur Selatan: 16 kasus
- Kecamatan Baguala: 9 kasus
- Kecamatan Teluk Ambon: 86 kasus
Penanganan stunting dilakukan secara terintegrasi melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat kota, kecamatan, hingga desa dan kelurahan. Tim tersebut melibatkan berbagai elemen seperti Tim Penggerak PKK, BKKBN, serta organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjalankan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Selain intervensi kesehatan, Pemkot Ambon juga menjalankan program orangtua asuh bagi anak stunting. Program ini didukung oleh swadaya pejabat, bantuan stimulan pemerintah kota, serta koordinasi melalui TP-PKK dan Dinas Kesehatan sesuai Surat Keputusan Wali Kota.
Dana tersebut digunakan oleh PKK untuk menyediakan makanan bergizi yang dimasak di Dapur Sehat (Dasyat). Kemudian diberikan langsung kepada anak-anak stunting oleh kader kesehatan, kader KB, serta pendamping keluarga di posyandu.
“Pendamping keluarga memastikan anak-anak mendapat makanan bergizi yang sudah disiapkan. Setelah itu baru kegiatan selesai,” ujarnya.
Welly menambahkan, penanganan stunting juga berkaitan erat dengan persoalan dasar masyarakat seperti akses air bersih, kepesertaan BPJS, perumahan, dan ketersediaan makanan bergizi. Keluhan warga yang disampaikan melalui posyandu akan diteruskan oleh pemerintah desa dan kelurahan kepada OPD terkait untuk ditindaklanjuti.
Pemkot Ambon berencana kembali memperbarui data stunting melalui Dinas Kesehatan dalam waktu dekat untuk memastikan progres penurunan kasus tetap terjaga. Melalui program dan pengawasan ini diharapkan angka stunting pada anak-anak mengalami penurunan, dengan meningkatkan kualitas pelayanan di masyarakat.





