Insiden Berdarah di Mamuju Akibat Cemburu Berlebihan
Pada malam hari tanggal 2 Februari 2026, sebuah insiden berdarah terjadi di kawasan Simbuang, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kelurahan Simboro, Kabupaten Mamuju. Kejadian ini melibatkan seorang pria berinisial FS (30) yang nekat menikam korban berinisial MI (29) dengan sebilah badik setelah mendapati korban sedang berduaan dengan istrinya, SM.
Aksi brutal ini bermula dari kecurigaan lama FS terhadap kesetiaan istrinya. Pada malam kejadian, FS mencoba menghubungi SM melalui telepon seluler, tetapi panggilannya terus ditolak dan pesan singkatnya tidak dibalas. Merasa ada yang tidak beres, FS memutuskan untuk mendatangi tempat jualan istrinya yang berupa kotak boks di pinggir jalan Gatot Subroto.
Setiba di lokasi, FS menemukan istrinya sedang bersama MI di dalam boks tersebut. Melihat kedatangan FS, MI sempat mencoba melarikan diri sambil berteriak, “Bukan saya, saya juga tidak kenal!” meskipun belum sempat ditanya oleh pelaku.
Aksi Brutal yang Terekam CCTV
Amarah FS tak terbendung. Ia melemparkan helm ke arah korban. Meski istri pelaku, SM, berusaha melindungi korban dengan memeluknya agar serangan terhenti, FS tetap mencabut sebilah badik sepanjang 30 cm dan menghujamkannya ke tubuh korban berkali-kali, bahkan saat korban sudah terjatuh di tanah.
Aksi brutal ini terekam jelas kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian dengan durasi sekitar dua menit. Warga yang saat itu tengah bersiap melaksanakan ibadah salat tarawih sempat panik dan berlarian melihat kejadian mencekam tersebut.
Penanganan oleh Petugas Kepolisian
Beruntung, personel kepolisian yang menerima laporan bergerak cepat menuju TKP dan berhasil mengamankan pelaku di lokasi saat aksi penikaman masih berlangsung. Korban segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengungkapkan korban mengalami luka tusuk yang cukup serius di empat bagian tubuh. “Korban mengalami empat luka tusukan, yakni di bagian perut yang cukup dalam, pundak, punggung, dan paha,” ujar Iptu Herman.
Saat ini, pelaku FS beserta barang bukti sebilah badik telah diamankan di Polresta Mamuju untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. “Pelaku sudah kami amankan dan sedang dalam proses interogasi. Motif sementara murni karena cemburu,” pungkasnya.
Peristiwa yang Menggemparkan Warga
Kejadian ini menjadi perhatian besar bagi warga setempat. Mereka merasa kaget dan prihatin dengan tindakan pelaku yang begitu ekstrem. Sejumlah warga menyampaikan kekecewaan mereka terhadap tindakan yang dilakukan oleh FS, yang dianggap sebagai bentuk kekerasan yang tidak dapat diterima.
Selain itu, banyak orang yang mempertanyakan alasan pelaku melakukan tindakan tersebut. Ada yang berpendapat bahwa masalah percintaan harus diselesaikan secara dewasa dan tidak dengan cara-cara kekerasan. Namun, pada kasus ini, pelaku justru memilih jalan yang sangat berbahaya.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menghadapi konflik dan tidak mudah terpicu emosi yang berlebihan.





