Suami Tusuk Mata Istri Pakai Cutter Karena Tidak Mau Diajak Kerja

Aa1xkqkz
Aa1xkqkz

Kasus Penganiayaan di Palembang: IRT Ditusuk Mata oleh Suami Siri

Di kota Palembang, sebuah kejadian penganiayaan yang mengejutkan terjadi. Seorang ibu rumah tangga berinisial F (34 tahun) dilaporkan mengalami luka serius di bagian matanya akibat ditusuk oleh suaminya yang tidak sah. Kejadian ini terjadi pada Selasa (24/2/2026) di Jalan Rajawali, 9 Ilir, Ilir Timur III, Palembang.

F saat ini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit setelah mengalami luka pada bola mata akibat tusukan benda tajam. Menurut informasi yang diperoleh, kejadian tersebut berawal ketika korban sedang melakukan aktivitas belanja ke minimarket. Setelah selesai berbelanja dan akan masuk ke rumah majikannya, pelaku bernama Sahidin tiba-tiba muncul dan mengajak korban masuk ke dalam mobil.

Menurut keterangan ayah korban, RM Ilyas Sofyan, kejadian terjadi saat anaknya sedang bekerja sebagai ART. Saat berada di depan rumah majikannya, pelaku mendekati korban dan mengajaknya masuk ke mobil. Namun, korban menolak karena hubungan antara keduanya sudah tidak harmonis.

Akibat penolakan tersebut, emosi pelaku memuncak hingga ia langsung mengeluarkan pisau cutter dari saku celananya. Pisau tersebut kemudian ditusukkan ke arah korban, dan sayangnya mata kiri korban menjadi sasaran. Tidak puas dengan satu tusukan, pelaku mencoba kembali menyerang mata kanan korban, namun korban berhasil menghindar.

Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung kabur meninggalkan tempat kejadian. Saat ini, kondisi korban sedang dirujuk ke RS Mata untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Penanganan Oleh Pihak Berwajib

Sementara itu, pihak kepolisian Polda Sumsel telah menerima laporan terkait kejadian ini. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengecek apakah laporan tersebut sudah masuk ke satuan kerja yang tepat.

“Terimakasih informasinya. Nanti coba saya cek dulu,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Peristiwa yang Memicu Kekhawatiran

Kejadian ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama mengenai keselamatan para pekerja rumah tangga yang sering kali menjadi target kekerasan dalam rumah tangga. Kondisi seperti ini juga menunjukkan pentingnya perlindungan hukum bagi para korban kekerasan serta penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelaku kejahatan.

Dalam kasus ini, korban F harus melewati proses penyembuhan yang cukup panjang. Selain itu, psikologisnya juga sangat terganggu akibat kejadian yang menimpa dirinya. Keluarga korban berharap agar pelaku dapat segera ditangkap dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.

Perlu diingat bahwa setiap kekerasan dalam rumah tangga, termasuk kekerasan terhadap perempuan, adalah tindakan yang tidak dapat diterima. Masyarakat diharapkan lebih waspada dan siap memberikan dukungan kepada korban serta melaporkan kejadian semacam ini ke pihak berwajib.

Pos terkait