Suara AS Terpecah Pasca Serangan ke Iran, Warga Kecewa dengan Perilaku Trump

110455168  110440212 Trump 1
110455168 110440212 Trump 1

Tantangan Kebijakan Militer AS di Tengah Perpecahan Publik

Survei terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar warga Amerika Serikat tidak setuju dengan tindakan militer yang dilakukan oleh pemerangkat AS dan Israel terhadap Iran. Hasil survei Reuters/Ipsos mengungkapkan bahwa 43 persen responden menolak serangan tersebut, sementara 56 persen berpandangan bahwa Presiden Donald Trump terlalu mudah menggunakan kekuatan militer dalam menangani masalah luar negeri.

Hasil Survei: Persentase Respons Warga AS

Hasil survei yang melibatkan 1.282 orang dewasa di seluruh AS menunjukkan bahwa hanya sedikit warga yang mendukung operasi gabungan AS-Israel. Berikut rinciannya:

  • Setuju: 27 persen
  • Tidak Setuju: 43 persen
  • Ragu-ragu atau tidak yakin: 29 persen

Meskipun 90 persen responden telah mendengar tentang serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dukungan publik tetap rendah. Lebih dari separuh warga AS (56 persen) merasa bahwa Presiden Trump terlalu agresif dalam penggunaan kekuatan militer.

Partai Politik Terpecah

Sentimen ini tidak hanya datang dari kubu lawan politik, tetapi juga mulai merambah ke internal partai Republik yang mendukung Trump:

  • Partai Demokrat: 87 persen menganggap Trump terlalu agresif
  • Independen: 60 persen memegang pandangan serupa
  • Partai Republik: 23 persen (hampir satu dari empat) mulai meragukan kebijakan militer Trump

Reaksi keras juga datang dari Capitol Hill atau gedung parlemen AS di Washington. Para politisi Republik memberikan dukungan penuh atas keputusan Trump. Sementara Demokrat melontarkan kritik pedas mengenai legalitas dan strategi jangka panjang.

Reaksi dari Pemimpin Politik

Ketua DPR AS Mike Johnson menyatakan bahwa Iran kini menanggung konsekuensi berat atas tindakan jahat mereka. Pemimpin Mayoritas Senat John Thune juga memuji langkah Trump.

“Saya mengapresiasi Presiden Trump yang mengambil tindakan untuk menggagalkan ancaman nuklir dan terorisme Iran yang selama ini menolak jalur diplomasi,” ujar Thune.

Sebaliknya, Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries menyesalkan kegagalan Trump untuk meminta otorisasi dari Kongres sebelum meluncurkan serangan masif. “Keputusan presiden meninggalkan diplomasi telah membuat pasukan AS rentan terhadap aksi balas dendam,” katanya.

Senator senior Chuck Schumer bahkan menyebut tindakan Trump sebagai siklus kemarahan yang tidak memiliki strategi jelas. Sementara itu, kelompok progresif seperti Bernie Sanders dan Alexandria Ocasio-Cortez (AOC) melabeli serangan ini sebagai tindakan inkonstitusional.

“Perang Trump–Netanyahu ini melanggar hukum internasional dan membahayakan nyawa pasukan kita. Kongres harus segera meloloskan Resolusi Kekuatan Perang (War Powers Resolution),” tegas Bernie Sanders.

Reaksi Internasional terhadap Serangan AS-Israel

Serangan AS-Israel terhadap Iran juga mendapat kecaman dari berbagai negara dan organisasi internasional. Berikut beberapa reaksi utama:

  1. Iran

    Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam serangan gabungan AS dan Israel sebagai tindakan yang sama sekali tidak beralasan, ilegal, dan tidak sah. Ia menuduh bahwa Trump telah mengubah “America First” menjadi “Israel First”.

  2. Rusia

    Rusia, sebagai sekutu Iran, mengutuk serangan tersebut dan mengatakan tindakan tersebut menyebabkan eskalasi dan berpotensi meluas. Duta Besar Rusia, Vasily Nebenzia, menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak bertanggung jawab dan bertujuan untuk merusak perdamaian, stabilitas, dan keamanan di Timur Tengah.

  3. China

    Kementerian Luar Negeri China menyatakan keprihatinan atas serangan AS-Israel terhadap Iran dan menyerukan gencatan senjata segera. Xinhua juga mengkritik serangan tersebut sebagai agresi kurang ajar terhadap negara berdaulat.

  4. Oman

    Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, menyampaikan optimisme bahwa perdamaian sudah dalam jangkauan saat Iran telah menyetujui untuk tidak pernah menimbun dan memperkaya uranium. Namun, serangan AS-Israel membuat perundingan tersebut berakhir.

  5. Pakistan

    Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, mengutuk serangan Israel-AS terhadap Iran dan menyerukan penghentian segera konflik tersebut.

  6. Brasil

    Pemerintah Brasil mengutuk serangan AS dan Israel dan menyatakan keprihatinan yang mendalam kepada Iran atas peristiwa tersebut. Mereka mengimbau agar semua pihak menghormati hukum internasional dan menahan diri secara maksimal guna menghindari peningkatan permusuhan.




Pos terkait