Kegiatan Pasar Takjil di Sekitar UINSA Surabaya Menjadi Daya Tarik
Di kawasan Wonocolo Pabrik Kulit, sekitar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, terdapat aktivitas yang sangat ramai menjelang buka puasa. Selama Ramadan 2026, gang-gang di sekitar kampus ini berubah menjadi pusat penjualan takjil yang menarik perhatian banyak orang.
Pemandangan ini tampak jelas ketika sore hari tiba dan para warga serta mahasiswa mulai berlalu lalang di sekitar area tersebut. Pada Minggu (1/3/2026), kawasan ini dipadati oleh pembeli yang mencari berbagai jenis makanan dan minuman untuk berbuka puasa.
Aktivitas di pasar takjil ini didominasi oleh kalangan anak muda, yang terus berkumpul dan membeli berbagai penganan. Tidak hanya makanan ringan, tetapi juga minuman segar dan camilan yang menarik perhatian pengunjung.
Salah satu penjual, Khofifah, mengatakan bahwa setiap hari selama Ramadan ia menyiapkan tujuh hingga delapan kilogram adonan kue kucur. Ia menjual kue ini dengan harga Rp2.000 per porsi, yang sesuai dengan kantong mahasiswa.
“Setiap hari di sini, buka jam 3 sore. Tapi kalau goreng kue dari siang. Di sini masih goreng lagi sisa adonan, begitu sampai habis,” ujarnya. Menurutnya, Ramadan lebih ramai dibanding hari biasa, dan momen ini menjadi berkah bagi para pelaku usaha mikro dan pedagang kaki lima.
Hal senada juga disampaikan oleh Sri Maryam, penjual roti canai. Ia berjualan sejak pukul 15.00 hingga 19.00 WIB di kawasan pasar takjil Wonocolo. Roti canai dengan berbagai rasa seperti cokelat, original, keju, hingga durian ditawarkan dengan harga mulai dari Rp5.000. Bentuknya pun bervariasi, ada yang kecil dan ada yang besar.
“Alhamdulillah (Ramadan) melonjak tinggi. Biasanya jualan di sini minggu pagi. Puasa begini jualan dari sore. Ramai, selalu ramai kalau Ramadan. Sehari bawa 80 pax roti. Biasanya minggu ketiga masih ramai, lebih banyak anak kampus yang beli,” ucapnya.
Antusiasme berburu takjil dirasakan oleh Achmad Mirza, seorang mahasiswa UINSA yang sedang membeli martabak. Ia mengaku senang datang ke pasar takjil karena varian makanan cukup beragam dan harganya sesuai dengan ‘kantong’ mahasiswa.
“Selain banyak pilihannya, dekat kos, harganya juga banyak yang murah. Jajan gorengan, martabak, nasi lauk Rp30 ribu. Sudah dapat banyak macam. Memang cari takjilnya di sini, biasanya sama teman-teman barengan, janjian cari buka puasa,” tutur Mirza.
Jenis-jenis Takjil yang Tersedia
- Kue Kucur: Disajikan dengan harga Rp2.000 per porsi, kue ini sangat diminati oleh kalangan mahasiswa.
- Roti Canai: Tersedia dalam berbagai rasa seperti cokelat, original, keju, dan durian, dengan harga mulai dari Rp5.000.
- Martabak: Dijual dengan berbagai variasi, termasuk martabak telur dan martabak manis.
- Nasi Lauk: Harga Rp30 ribu per porsi, sudah termasuk berbagai macam lauk.
Kesimpulan
Pasar takjil di sekitar UINSA Surabaya menjadi salah satu tempat yang sangat diminati selama bulan Ramadan. Berbagai jenis makanan dan minuman yang tersedia tidak hanya menyediakan pilihan yang beragam, tetapi juga harga yang terjangkau. Aktivitas ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi para pedagang untuk meningkatkan pendapatan, tetapi juga memberikan kegembiraan bagi para pengunjung yang mencari hidangan lezat untuk berbuka puasa.





