Suasana Makkah Aman, Jemaah Umrah Indonesia Tetap Nyaman

Aman Di Pesawat Saat Umrah
Aman Di Pesawat Saat Umrah

Kondisi Keamanan di Kota Suci Makkah Selama Konflik Timur Tengah

Di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah, kondisi di Kota Suci Makkah terpantau aman dan kondusif. Aktivitas ibadah umrah berjalan normal, tanpa gangguan keamanan. Koordinator Umrah Hasanah Tour and Travel Semarang, Rabbani, menyampaikan laporan langsung dari Makkah. Dia memastikan seluruh jemaah Indonesia yang didampinginya berada dalam kondisi sehat dan aman.

“Saya saat ini masih di Makkah. Alhamdulillah seluruh jemaah aman dan sehat. Kondisi Makkah dan Madinah dari kemarin sampai hari ini masih aman, tidak ada masalah khusus,” kata Rabbani, saat dihubungi Tribunjateng, Senin (3/3/2026).

Ia menegaskan, dampak konflik tidak dirasakan langsung di Makkah maupun Madinah. Jemaah tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan tenang. “Tidak ada suara ledakan atau kejadian yang mengganggu. Jarak Riyadh dengan Makkah cukup jauh, bisa satu hari perjalanan, jadi situasi di sini tenang,” ujarnya.

Meski demikian, dirinya sempat mendengar informasi adanya penyerangan di ibu kota Arab Saudi Riyadh, mengingat di kota tersebut terdapat pangkalan militer AS. “Itu cukup mengkhawatirkan saya mendengar hal tersebut dari media dan pemberitaan,” tuturnya.

Menurut Rabbani, dampak konflik justru lebih terasa pada sektor penerbangan internasional. Banyak penerbangan dari Arab Saudi menuju negara asal jemaah mengalami pembatalan atau penjadwalan ulang, terutama maskapai dari negara yang terdampak konflik langsung maupun tidak langsung. “Banyak penerbangan yang cancel atau reschedule, seperti Qatar Airways, Emirates, Etihad, dan Turkish Airlines,” jelasnya.

Namun demikian, penerbangan langsung menuju Indonesia hingga saat ini masih berjalan normal. “Untuk penerbangan direct ke Indonesia seperti Garuda, Lion, dan Saudi Airlines sampai kemarin masih lancar, insyaallah,” katanya.

Rabbani dan rombongan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Kamis mendatang menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Ia berharap proses kepulangan dapat berjalan lancar tanpa kendala. Pembatalan penerbangan juga berdampak pada tingkat hunian hotel di Makkah dan Madinah. Banyak jemaah yang seharusnya sudah kembali ke negara asal terpaksa memperpanjang masa tinggal karena penerbangan dibatalkan. “Hotel-hotel jadi cukup penuh karena banyak jemaah yang extend menginap akibat cancel flight,” ungkapnya.

Di sisi lain, jemaah dari sejumlah negara seperti Pakistan dan India banyak yang belum bisa berangkat ke Arab Saudi karena penerbangan dari negara asal mereka dibatalkan. Meski demikian, Rabbani menegaskan secara umum kondisi jemaah Indonesia di Tanah Suci aman dan terkendali. “Kami terus mengimbau jemaah untuk tetap tenang dan memperbanyak doa. Mudah-mudahan seluruh jemaah Indonesia diberikan kesehatan dan kelancaran saat kembali ke tanah air,” pungkasnya.

Dampak Konflik pada Penerbangan Internasional

Konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah telah memberikan dampak signifikan pada sektor penerbangan internasional. Banyak penerbangan dari Arab Saudi menuju negara asal jemaah mengalami pembatalan atau penjadwalan ulang. Maskapai-maskapai besar seperti Qatar Airways, Emirates, Etihad, dan Turkish Airlines dilaporkan mengalami penundaan atau pembatalan penerbangan. Hal ini tentu berdampak pada para jemaah yang ingin pulang ke negara masing-masing setelah menjalani ibadah umrah.

Namun, Rabbani menyatakan bahwa penerbangan langsung menuju Indonesia masih berjalan normal. Maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Saudi Airlines masih melakukan penerbangan sesuai jadwal. Ia optimistis bahwa proses kepulangan jemaah akan berjalan lancar tanpa kendala.

Perubahan pada Tingkat Hunian Hotel

Pembatalan penerbangan juga berdampak pada tingkat hunian hotel di Makkah dan Madinah. Banyak jemaah yang seharusnya sudah kembali ke negara asal terpaksa memperpanjang masa tinggal karena penerbangan dibatalkan. Akibatnya, hotel-hotel di kawasan tersebut menjadi cukup penuh karena banyak jemaah yang memilih untuk menginap lebih lama.

Selain itu, jemaah dari sejumlah negara seperti Pakistan dan India juga mengalami kesulitan dalam berangkat ke Arab Saudi. Hal ini disebabkan oleh pembatalan penerbangan dari negara asal mereka. Meskipun begitu, Rabbani menekankan bahwa kondisi keamanan di Makkah dan Madinah tetap stabil dan aman.

Harapan untuk Kepulangan Jemaah

Rabbani dan rombongan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Kamis mendatang menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Ia berharap proses kepulangan dapat berjalan lancar tanpa kendala. Selain itu, ia juga mengimbau kepada jemaah untuk tetap tenang dan memperbanyak doa agar semua jemaah Indonesia diberikan kesehatan dan kelancaran saat kembali ke tanah air.

Pos terkait