Film Pelangi di Mars Dibintangi Wakil Menteri Ekonomi Kreatif
Film Pelangi di Mars menjadi proyek terbaru dari Mahakarya Pictures yang segera tayang di bioskop Indonesia. Film yang digarap oleh sutradara Upie Guava dan produser Dendi Reynando ini telah merilis trailer dan sukses mencuri perhatian publik. Menariknya, film ini sudah ditonton duluan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar, sebelum tayang di bioskop.
Irene sendiri tidak ragu untuk memberikan pujian dan rasa bangganya usai menonton film Pelangi di Mars secara tertutup beberapa waktu lalu. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang pengalaman Irene menonton film ini:
Dendi Ungkap Wamenekraf Irene Umar Ingin Nonton Duluan Pelangi di Mars
Dendi bercerita bahwa Wamenekraf Irene Umar menjadi salah satu orang yang sudah menonton film Pelangi di Mars duluan. Namun, saat itu film masih dalam tahap pengerjaan dan belum sepenuhnya sempurna. Meskipun demikian, Irene dapat memaklumi hal tersebut karena lebih ingin melihat cerita dan karakter film ini.
“Saya disampaikan dulu pas Bu Irene mau nonton, ‘Bu ini secara cinematic experience belum, sound design belum, ini belum,’ tapi ‘don’t worry’ kata dia, ‘Saya bisa paham eskalasinya nanti akan seperti apa, tapi yang saya mau lihat adalah story-nya, character-nya, statement-nya sama perkembangannya seperti apa,’ kenang Dendi saat bercerita dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/2/2026).”
Menurut Dendi, Irene merasa bangga dengan karya tersebut setelah selesai menonton. Ia bahkan memberikan masukan yang dapat meningkatkan kualitas film Pelangi di Mars. Masukan tersebut pun langsung ditampung Dendi dan Upie.
Irene Putuskan Nonton Karena Ingin Cek Kualitas Pelangi di Mars Lebih Dulu

Bukan tanpa alasan, Wamenekraf Irene menjelaskan dirinya ingin menonton duluan Pelangi di Mars karena ingin memeriksa film tersebut dari segi kualitas. Hal ini menjadi penting bagi Irene sebelum memberikan dukungan penuh kepada film yang disutradarai Upie Guava ini.
“Kenapa sih nonton? Kalau mau support kan harus memastikan kualitasnya oke. Jadi, kita memastikan itu dari kualitas. Kalau kenal sama Upie-Dendi sih sudah kenal baik, tapi kan gak boleh dari hubungan ya, harus beneran dari kualitas,” ujarnya.
Irene Merasa Bangga dengan Pelangi di Mars Usai Menonton

Setelah menonton sampai tuntas, Irene mengaku merasa amat bangga dengan film Pelangi di Mars. Menurutnya, film ini juga memiliki banyak pesan moral dan nilai-nilai etika yang dimasukkan ke dalam cerita secara smooth.
“Jujur dari awal sampai akhir, aku ngerasain kebanggaan yang luar biasa banget. Bukan hanya dari teknisnya, tapi dari cara mengemasnya tuh di dalamnya itu film ini sangat rare moment banget karena ada moral-moral dan etika yang harus ditanamkan dari kecil, dan itu bisa masuk ke dalam film ini dengan apik dan cantik banget, rapi masuknya,” kata Irene.
Berangkat dari opini pribadinya, Irene pun menyebut bahwa film ini wajib ditonton oleh seluruh kalangan usia, mulai dari anak sampai orang dewasa. Bagi Irene, orang dewasa juga perlu diingatkan kembali mengenai akar budaya dan etika yang bisa didapatkan dari Pelangi di Mars.
“Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi para animator yang di luar sana. Guys, kita tahu kok perjuangannya susah, tapi you’re not alone karena kita bakal jalan bareng kalian,” pungkasnya.
Produser Siapkan Sekuel dan Spin-off untuk Semesta Pelangi di Mars
Selain itu, produser film ini juga telah menyiapkan rencana untuk membuat sekuel dan spin-off dari semesta Pelangi di Mars. Rencana ini menunjukkan antusiasme besar terhadap film yang telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Wakil Menteri Ekonomi Kreatif.
Film Pelangi di Mars juga diketahui telah menggunakan teknologi XR-Motion Capture selama proses syuting. Teknologi ini membantu menciptakan visual yang lebih realistis dan memperkaya pengalaman menonton bagi penonton. Sutradara film ini, Upie Guava, mengaku tidak menyangka bahwa filmnya akan tayang pada liburan Lebaran 2026.





