Banjir Menyerang Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri
Pada Senin (2/3/2026) sore, desa Tertek yang berada di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, mengalami banjir yang cukup parah. Banjir tersebut terjadi akibat meluapnya Sungai Serinjing, yang menyebabkan aliran air membawa berbagai material seperti ranting kayu, batang pohon, dan lumpur.
Kejadian ini disebabkan oleh derasnya hujan yang terjadi di kawasan lereng Gunung Kelud. Hujan yang turun dalam intensitas tinggi membuat debit air sungai meningkat secara drastis, sehingga meluap ke permukiman dan badan jalan. Hujan deras disertai angin kencang juga mengguyur wilayah Kepung, Puncu, Pare, dan sekitarnya sejak pukul 16.00 WIB hingga sekitar pukul 18.00 WIB.
Tidak lama setelah hujan mulai reda, aliran Sungai Serinjing di wilayah tersebut membawa material kayu dan batang pohon dari arah timur menuju barat. Debit air yang meningkat menyebabkan aliran sungai meluap hingga ke area dam dan meluber ke Jalan Raya Pare-Kandangan. Material lumpur dan potongan kayu pun menutup sebagian akses jalan, sehingga membahayakan pengendara yang melintas.
Di Desa Tertek, air bah bahkan masuk ke halaman dan rumah warga. Salah satu warga, Dwi Wahyuni, mengaku banjir datang begitu cepat saat hujan deras masih berlangsung. Ia mengatakan bahwa saat itu hujan deras disertai angin, dan ia melihat sungai di depan rumah sudah meluap dan membawa kayu dari arah timur. Tiba-tiba air masuk ke halaman sampai ke dalam rumah membawa lumpur.
Yuni mencoba menahan air dengan kain agar tidak masuk ke dalam rumah, namun derasnya arus membuat air tetap merembes dan menggenangi lantai rumahnya. Ia bersama keluarga kemudian menyelamatkan diri ke bagian belakang rumah sambil menunggu air surut.
Sekitar pukul 19.00 WIB, debit air mulai berangsur turun dan warga mulai membersihkan lumpur yang tertinggal. Yuni mengatakan bahwa ini adalah ketiga kalinya kejadian seperti ini terjadi, namun kali ini paling parah karena sampai masuk ke dalam rumah.
Penanganan oleh BPBD dan Masyarakat
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sutrisno, mengatakan bahwa pihaknya langsung meninjau lokasi dan mengerahkan personel begitu menerima laporan luapan air. Tim BPBD bersama unsur kepolisian, Damkar, dan relawan melakukan pembersihan material lumpur di badan jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan. Penanganan dilakukan hingga malam hari.
Beberapa warga juga bergotong royong membersihkan kayu di jalan untuk disisihkan di bahu jalan. BPBD mengimbau warga yang tinggal di sekitar aliran sungai agar tetap waspada, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan hulu.
Rencananya besok pagi, material kayu besar yang masih menyumbat di area sungai Serinjing akan dibersihkan. Hingga kini, proses pembersihan jalan dari lumpur masih dilakukan oleh petugas.





