Surplus Neraca Perdagangan Aceh Meski Ekspor Menurun, Batubara Tetap Dominan

Img 20230816 Wa0043
Img 20230816 Wa0043

Pencatatan Ekspor Aceh pada Januari 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat nilai ekspor asal Provinsi Aceh pada Januari 2026 sebesar 47,58 juta dolar AS. Angka ini mengalami penurunan sebesar 20,29 persen dibandingkan Desember 2025 dan turun 6,43 persen secara tahunan jika dibandingkan dengan Januari 2025.

Komoditas utama yang diekspor adalah batubara, yang mendominasi ekspor dengan nilai 40,97 juta dolar AS atau sebesar 86,12 persen dari total ekspor. Batubara terutama dikirim ke India, diikuti oleh Jepang dan Amerika Serikat. Selain batubara, komoditas lain seperti kopi dan rempah-rempah, bahan anyaman nabati, serta berbagai produk kimia juga ikut berkontribusi dalam ekspor Aceh.

Sebagian besar komoditas diekspor melalui pelabuhan di Aceh sendiri, yaitu sebesar 42,87 juta dolar AS atau 90,09 persen dari total ekspor. Sisanya dikirim melalui pelabuhan di provinsi lain, dengan porsi terbesar melalui Provinsi Sumatera Utara senilai 4,65 juta dolar AS.

Ekspor Terbesar ke India

Berdasarkan negara tujuan, ekspor terbesar pada Januari 2026 ditujukan ke India dengan nilai 41,35 juta dolar AS. Komoditas utama yang dikirim adalah batubara. Di posisi kedua, Jepang menerima ekspor sebesar 2,34 juta dolar AS dengan komoditas bahan anyaman nabati. Amerika Serikat menjadi negara ketiga dengan nilai ekspor sebesar 1,76 juta dolar AS, terutama untuk kopi dan rempah-rempah.

Neraca Perdagangan Surplus

Meski nilai ekspor mengalami penurunan, neraca perdagangan Aceh tetap surplus sebesar 17,86 juta dolar AS karena penurunan impor yang lebih tajam. Nilai impor yang masuk ke Aceh pada Januari 2026 tercatat sebesar 29,73 juta dolar AS. Angka ini menurun 44,08 persen dibandingkan Desember 2025 dan merosot 60,80 persen dibandingkan Januari 2025.

Berdasarkan negara asal, impor terbesar berasal dari Amerika Serikat senilai 24,19 juta dolar AS dengan komoditas utama gas propana/butana. Disusul Tiongkok sebesar 2,78 juta dolar AS dengan komoditas pupuk, serta Italia senilai 2,76 juta dolar AS dengan komoditas mesin atau pesawat mekanik.

Secara total, gas propana/butana mendominasi struktur impor dengan nilai 24,19 juta dolar AS atau 81,39 persen dari total impor. Komoditas lain yang signifikan adalah pupuk serta mesin/pesawat mekanik.

Perkembangan Neraca Perdagangan Aceh

Dengan nilai ekspor yang lebih tinggi dibandingkan impor, neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 17,86 juta dolar AS. Namun, dalam rentang Januari 2025 hingga Januari 2026, neraca perdagangan Aceh tercatat mengalami defisit pada beberapa periode, yakni Januari 2025, Februari 2025, Mei 2025, dan terakhir Oktober 2025.


Pos terkait