Survei Menunjukkan Masalah Ekonomi Masih Jadi Keluhan Utama Masyarakat
Lembaga survei nasional Indekstat Konsultan Indonesia melakukan penelitian terkait isu ekonomi antara tanggal 11 hingga 25 Januari 2026. Hasil survei ini menunjukkan bahwa masalah ekonomi masih menjadi keluhan utama masyarakat di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sebanyak 63,8 persen responden mengatakan bahwa isu ekonomi adalah masalah yang paling dominan mereka alami saat ini. Direktur Indekstat Konsultan, Ali Mahmuddin, menyebut bahwa isu ekonomi tetap menjadi tantangan besar bagi pemerintah. “Isu ekonomi masih menjadi keluhan utama masyarakat dan menjadi PR terbesar bagi pemerintah,” ujarnya dalam paparan hasil survei yang dilakukan secara daring pada Sabtu (21/2/2026).
Keluhan masyarakat terhadap isu ekonomi mencakup beberapa aspek, seperti kesulitan dalam mencari pekerjaan, meningkatnya angka kemiskinan, serta ketidakstabilan kondisi ekonomi. Selain itu, fluktuasi harga kebutuhan pokok juga menjadi perhatian utama.
Survei ini melibatkan sekitar 1.200 responden dengan metode multistage random sampling dan memiliki margin of error sebesar 2,9 persen. Berdasarkan data tersebut, berbagai kelompok masyarakat memiliki keluhan yang berbeda-beda terkait isu ekonomi.
Keluhan Berdasarkan Kelompok Responden
Di kalangan ibu rumah tangga, masalah harga kebutuhan pokok menjadi keluhan terbesar dengan persentase sebesar 37,92 persen. Disusul oleh meningkatnya kemiskinan dan ketidakstabilan ekonomi sebesar 32,59 persen, serta kesulitan dalam mencari pekerjaan sebesar 29,49 persen.
Sementara itu, responden yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan paling banyak mengeluhkan kesulitan mendapatkan pekerjaan, yaitu sebesar 54,52 persen. Sebanyak 32,04 persen menyoroti persoalan kemiskinan dan ketidakstabilan ekonomi, sementara 13,44 persen menyebutkan mahalnya harga kebutuhan pokok.
Di kalangan pelajar dan mahasiswa, isu akses kerja menjadi yang paling dominan dengan 86,84 persen responden menyatakan sulitnya mencari pekerjaan sebagai masalah utama. Sebanyak 12,09 persen menyoroti kemiskinan dan ketidakstabilan ekonomi, sedangkan hanya 1,09 persen yang menyebutkan mahalnya harga kebutuhan pokok.
Berbeda dari kelompok lain, para pensiunan paling banyak mengeluhkan meningkatnya kemiskinan dan ketidakstabilan ekonomi sebesar 83,61 persen. Sebanyak 16,39 persen menyoroti mahalnya harga kebutuhan pokok, sementara tidak ada yang menyebutkan kesulitan dalam mencari pekerjaan sebagai masalah utama.
Pada kelompok responden yang bekerja, persoalan kemiskinan dan ketidakstabilan ekonomi menjadi sorotan terbesar dengan 38,50 persen. Diikuti oleh kesulitan mencari pekerjaan sebesar 36,43 persen dan mahalnya harga kebutuhan pokok sebesar 25 persen.
Penyebab Utama Keluhan Ekonomi
Berdasarkan hasil survei, beberapa faktor utama yang menjadi penyebab keluhan masyarakat terhadap isu ekonomi adalah:
- Kesulitan mencari pekerjaan: Banyak masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaan, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa.
- Kenaikan angka kemiskinan: Peningkatan jumlah penduduk miskin menjadi salah satu isu yang paling dikhawatirkan.
- Ketidakstabilan ekonomi: Situasi ekonomi yang dinilai belum stabil memengaruhi kesejahteraan masyarakat.
- Harga kebutuhan pokok yang tidak menentu: Fluktuasi harga bahan pokok menjadi beban tambahan bagi keluarga.
Hasil survei ini menunjukkan bahwa isu ekonomi masih menjadi prioritas utama yang harus ditangani oleh pemerintah. Dengan berbagai keluhan yang muncul dari berbagai kelompok masyarakat, penting untuk adanya kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.





