Survei Indekstat: Mayoritas Warga Kritik Ekonomi di Era Prabowo-Gibran

701099071
701099071

Survei Menunjukkan Masalah Ekonomi Masih Jadi Keluhan Utama Masyarakat

Masalah ekonomi masih menjadi isu utama yang dirasakan masyarakat setelah 16 bulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasil survei nasional yang dilakukan oleh Indekstat Konsultan Indonesia pada periode 11–25 Januari 2026 menunjukkan bahwa sebanyak 63,8 persen responden mengeluhkan persoalan ekonomi sebagai isu terbesar yang mereka alami saat ini.

Direktur Indekstat Konsultan, Ali Mahmuddin, menyebutkan bahwa isu ekonomi tetap menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi pemerintah. Ia menjelaskan bahwa masalah ini tidak hanya menjadi keluhan masyarakat, tetapi juga menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi pemerintah Republik Indonesia.

Keluhan Utama Masyarakat Terkait Ekonomi

Keluhan utama masyarakat berkaitan dengan beberapa aspek, antara lain:

  • Sulitnya akses mencari pekerjaan: Banyak warga mengeluhkan kesulitan dalam memperoleh pekerjaan, baik itu bagi mereka yang sudah bekerja maupun yang sedang mencari pekerjaan.
  • Meningkatnya angka kemiskinan: Sejumlah responden menyebutkan bahwa tingkat kemiskinan di tengah masyarakat semakin meningkat.
  • Ketidakstabilan ekonomi: Situasi ekonomi yang dinilai belum stabil menjadi perhatian khusus bagi masyarakat.
  • Harga kebutuhan pokok yang tidak menentu: Harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, atau telur sering kali berfluktuasi, sehingga memberatkan daya beli masyarakat.

Survei ini melibatkan 1.200 responden dengan metode multistage random sampling dan margin of error sebesar 2,9 persen. Hasil survei menunjukkan perbedaan keluhan berdasarkan kelompok responden.

Perbedaan Keluhan Berdasarkan Kelompok Responden

Ibu Rumah Tangga

Di kalangan ibu rumah tangga, keluhan utama terkait harga kebutuhan pokok dengan persentase sebesar 37,92 persen. Selanjutnya, meningkatnya kemiskinan dan ketidakstabilan ekonomi menjadi sorotan dengan 32,59 persen, serta sulitnya mencari pekerjaan sebesar 29,49 persen.

Responden yang Tidak Bekerja atau Sedang Mencari Pekerjaan

Sebanyak 54,52 persen dari responden yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaan. Sementara itu, 32,04 persen menyoroti persoalan kemiskinan dan ketidakstabilan ekonomi, serta 13,44 persen mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan pokok.

Pelajar dan Mahasiswa

Di kalangan pelajar dan mahasiswa, isu akses kerja menjadi dominan dengan 86,84 persen responden menyatakan sulitnya mencari pekerjaan sebagai persoalan utama. Sebanyak 12,09 persen menyoroti kemiskinan dan ketidakstabilan ekonomi, sedangkan 1,09 persen menyebut mahalnya harga kebutuhan pokok.

Pensiunan

Para pensiunan paling banyak mengeluhkan meningkatnya kemiskinan dan ketidakstabilan ekonomi, yakni sebesar 83,61 persen. Sebanyak 16,39 persen menyoroti mahalnya harga kebutuhan pokok, sementara tidak ada yang menyebut sulitnya mencari pekerjaan sebagai masalah utama.

Responden yang Bekerja

Pada kelompok responden yang bekerja, persoalan kemiskinan dan ketidakstabilan ekonomi menjadi sorotan terbesar dengan 38,50 persen. Diikuti sulitnya mencari pekerjaan sebesar 36,43 persen dan mahalnya harga kebutuhan pokok sebesar 25 persen.

Kesimpulan

Hasil survei ini menunjukkan bahwa masalah ekonomi masih menjadi isu yang sangat sensitif dan memengaruhi berbagai lapisan masyarakat. Dari berbagai kelompok responden, hampir semua menyampaikan keluhan terkait kondisi ekonomi yang tidak stabil, sulitnya mencari pekerjaan, serta naiknya harga kebutuhan pokok. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah untuk segera menemukan solusi yang efektif dan berkelanjutan.

Pos terkait