JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara Prasety Hadi menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas wafatnya Wakil Presiden ke-6, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Almarhum meninggal di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta, pada Senin (2/3) pagi.
Menurut Prasety Hadi, Try Sutrisno adalah salah satu putra terbaik bangsa Indonesia yang telah memberikan pengabdian sepanjang hidupnya untuk negara dan rakyat. Ia mengingatkan bahwa almarhum berusia 90 tahun saat meninggal dunia.
“Kami merasakan dukacita yang sangat mendalam. Beliau adalah salah satu putra terbaik bangsa Indonesia yang telah mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk bangsa dan negara,” ujar Mensesneg kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Prasety Hadi juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan almarhum. Ia menekankan pentingnya doa agar almarhum diampuni segala dosa dan kesalahan serta diterima segala amal perbuatan.
“Mari kita panjatkan doa supaya Beliau dipanggil menghadap Allah SWT pada bulan yang suci, yaitu bulan Ramadhan,” tambahnya.
Selain itu, Mensesneg menegaskan bahwa keteladanan yang ditunjukkan oleh almarhum harus menjadi contoh bagi generasi muda.
“Marilah kita generasi muda, generasi penerus bangsa, untuk meneladani apa yang sudah Beliau contohkan dalam memberikan darma bakti terbaik bagi bangsa, negara, dan masyarakat Indonesia,” kata Prasetyo.
Dalam beberapa tahun terakhir sebelum wafat, almarhum masih aktif dalam berbagai kegiatan kebangsaan. Salah satunya adalah sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk periode 2022–2027.
Wakil Presiden ke-6 ini juga sering hadir dalam acara-acara kenegaraan seperti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka setiap 17 Agustus, Sidang Tahunan MPR, atau upacara peringatan HUT TNI setiap tanggal 5 Oktober.
Informasi terbaru menyebutkan bahwa jenazah almarhum telah dimandikan di RSPAD. Setelah prosesi pemulasaraan selesai, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam kesempatan terpisah, Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan bahwa kementeriannya akan bekerja sama dengan RSPAD dan Komando Garnisun Tetap I/Jakarta untuk memberikan perhatian terbaik kepada almarhum. Hal ini mencakup proses pemulasaraan dan pemakaman yang akan dilakukan dengan upacara militer.
“Saya sudah minta RSPAD, Garnisun, dan Setneg untuk memberikan atensi terbaik,” ujar Prasetyo Hadi.





