Berbagi Takjil, Bantuan Sosial untuk Pengemudi Ojek Online di Semarang
Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, banyak orang yang merasa kesulitan saat tiba waktunya berbuka puasa. Hal ini juga dialami oleh Ridho, seorang pengemudi ojek online di Kota Semarang. Pada Minggu (1/3/2026), ia merasa lega setelah menerima sebungkus takjil di depan Balai Kota Semarang, Jalan Pemuda, Kecamatan Semarang Tengah.
Ridho mengaku sering kali lupa waktu dan masih berada di jalan saat azan magrib berkumandang. Akibatnya, ia terkadang tidak sempat membeli kudapan atau air untuk membatalkan puasanya. “Kalau lagi narik dan belum sempat beli makanan, ini sangat membantu. Jadi bisa langsung buka di jalan,” ujarnya dengan senyum bahagia.
Takjil tersebut dibagikan oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Semarang yang berada di bawah Dinas Sosial. Kegiatan rutin setiap Ramadan ini digelar tepat di depan Gedung Balai Kota Semarang. Koordinator bidang pemberdayaan SDM Tagana Kota Semarang, Kustanto, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya menyiapkan sekitar 400 porsi takjil.
“Total ada 400 porsi yang kami bagikan sore ini kepada pengguna jalan yang melintas di depan Balai Kota Semarang,” kata Kustanto. Menurutnya, sasaran pembagian takjil memang difokuskan kepada para pengguna jalan, seperti pengemudi ojek online, sopir angkutan, hingga pekerja yang sedang dalam perjalanan pulang. “Kami kondisikan bagi pengguna jalan yang mungkin sore hari masih dalam perjalanan pulang kerja atau beraktivitas. Harapannya bisa bermanfaat untuk berbuka puasa,” jelasnya.
Kegiatan berbagi takjil ini sudah menjadi agenda rutin Tagana Kota Semarang selama sekitar 11 tahun terakhir. Namun untuk Ramadan tahun ini, pembagian tersebut menjadi kegiatan pertama yang dilaksanakan. “Setiap tahun memang ada kegiatan berbagi takjil. Tahun ini ini yang pertama kali kami laksanakan di Ramadan,” ujarnya.
Untuk pendanaan, Kustanto menjelaskan biaya takjil berasal dari kas internal Tagana serta dukungan sejumlah donatur. “Biaya dari kas Tagana dan ada bantuan dari beberapa donatur, termasuk dari Baznas Kota Semarang,” katanya. Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk bakti sosial Tagana kepada masyarakat, khususnya umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. “Harapannya, kegiatan ini bisa sedikit meringankan teman-teman yang masih di jalan saat waktu berbuka tiba,” tambahnya.
Sebanyak 37 personel Tagana Kota Semarang diterjunkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari persiapan hingga pembagian takjil kepada masyarakat. Beberapa anggota disabilitas Tagana juga ikut melaksanakan bagi-bagi takjil kepada pengguna jalan.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Berbagi Takjil
Kegiatan berbagi takjil memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, memberikan bantuan kepada masyarakat yang sedang menjalani ibadah puasa, terutama mereka yang masih berada di jalan. Kedua, meningkatkan rasa kepedulian dan solidaritas antara masyarakat dan organisasi sosial. Ketiga, menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan saling mendukung.
Manfaat dari kegiatan ini sangat nyata. Selain membantu pengemudi ojek online dan pekerja lainnya, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Dengan begitu, semangat gotong royong dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Peran Tagana dalam Masyarakat
Tagana Kota Semarang tidak hanya bertugas dalam hal bencana, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Salah satu contohnya adalah kegiatan berbagi takjil selama bulan Ramadan. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Tagana untuk memberikan layanan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain itu, Tagana juga melakukan berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan keterampilan dan penguatan kapasitas masyarakat. Dengan demikian, Tagana tidak hanya memberikan bantuan darurat, tetapi juga berupaya untuk membangun masyarakat yang lebih mandiri dan tangguh.
Partisipasi Masyarakat
Partisipasi masyarakat sangat penting dalam keberhasilan kegiatan berbagi takjil. Dengan dukungan dari donatur dan partisipasi aktif dari anggota Tagana, kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal. Masyarakat juga diajak untuk turut serta dalam kegiatan sosial ini, baik melalui donasi maupun partisipasi langsung.
Dengan adanya partisipasi masyarakat, kegiatan berbagi takjil tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat hubungan antar sesama dan menciptakan lingkungan yang lebih baik.





