Taklukkan Tim Liga Champions, Jay Idzes Bawa Sassuolo Buat Sejarah

Aa1xk45m
Aa1xk45m



Sassuolo berhasil mencatatkan sejarah dalam pertandingan melawan Atalanta di Liga Italia. Kemenangan 2-1 yang diraih oleh tim asuhan Fabio Grosso pada laga pekan ke-27 menjadi momen penting bagi klub tersebut. Bermain di kandang sendiri, Sassuolo berhasil mengalahkan Atalanta meskipun harus bermain dengan 10 pemain setelah Andrea Pinamonti mendapat kartu merah pada menit ke-16 karena tekel berbahaya.

Kendati kalah jumlah pemain, Sassuolo justru unggul lebih dulu melalui dua gol yang dicetak oleh Ismael Kone di menit ke-23 dan Kristian Thorstvedt pada menit ke-69. Sementara itu, Yunus Musah berhasil memperkecil skor untuk Atalanta pada menit ke-88. Hasil ini menunjukkan performa luar biasa dari Sassuolo yang terus meningkat sejak akhir Januari 2026.

Dalam enam pertandingan terakhir, Sassuolo berhasil meraih lima kemenangan. Dengan hasil ini, mereka kini mengoleksi 38 poin dan berada di posisi ke-8 klasemen Liga Italia. Kemenangan atas Atalanta juga membuat Sassuolo mampu meraih 10 kemenangan dalam 27 laga pertama Serie A untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Selain itu, Sassuolo kembali bisa meraih tiga kemenangan berturut-turut di Serie A setelah sebelumnya melakukan hal serupa pada Maret 2023. Kemenangan ini pun menjadi bukti bahwa tim asuhan Grosso semakin stabil dan kompetitif.

Grosso menyebut pertandingan ini sebagai “pertandingan yang gila” dan mengapresiasi kerja keras para pemain. Ia menyatakan bahwa para pemain telah menulis namanya dalam sejarah klub. “Para pemain mencatatkan namanya dalam sejarah klub ini,” ujarnya.

Pertandingan ini juga memiliki makna tersendiri karena Atalanta baru saja melakukannya sensasi di Liga Champions. Pada tengah pekan lalu, Atalanta berhasil mengalahkan Borussia Dortmund 4-1 untuk melaju ke babak 16 besar UCL sebagai satu-satunya wakil Liga Italia. Grosso mengakui bahwa lawan yang dihadapi sangat kuat dan tangguh.

“Kami mencari penyempurna perjalanan musim ini dan hasil ini adalah penyempurna yang sangat hebat. Lawan kami datang dari Liga Champions, juga sebuah tim yang sangat kuat. Bek-bek kami solid, penuh determinasi. Tidak mudah menjaga konsentrasi seperti itu selama 90 menit.”

Dengan hampir mencapai angka 40 poin, posisi Sassuolo terbilang aman dari ancaman degradasi. Namun, mereka masih memiliki peluang untuk mengejar tiket ke kompetisi antarklub Eropa. Grosso mengungkapkan bahwa sulit untuk melupakan bahwa Sassuolo berasal dari Serie B. “Mudah untuk melupakan bahwa kami datang dari Serie B, jadi tidak gampang untuk membuat lompatan itu.”

Ia juga menegaskan bahwa Sassuolo tidak ingin hanya bertahan. “Kita melihat begitu banyak tim mengalami kesulitan. Jadi, kami tidak mau sekadar bertahan. Kami tahu setiap pertandingan adalah sebuah kesempatan dan kami akan mengejar poin di semua laga.”

“Targetnya karena kami sudah hampir sampai ke sana tetapi secara matematis belum aman,” pungkas mantan bek Timnas Italia tersebut.

Pos terkait