Taktik Tavares Bikin Persib Kehilangan Kemenangan

Aa1xnxzv 2
Aa1xnxzv 2



Bali, Surabaya – Laga big match pekan ke-24 Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, kemarin (2/3) malam berakhir dengan skor imbang 2-2. Pertandingan antara Persebaya dan Persib Bandung tidak berhasil menghasilkan pemenang setelah kedua tim saling menyerang dan bertahan dengan strategi yang kuat.

Persebaya yang bermain defensif dengan taktik Bernardo Tavares berhasil menggagalkan ambisi Persib Bandung meraih kemenangan. Dalam pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal, kedua kesebelasan akhirnya berbagi angka setelah laga berakhir tanpa pemenang.

Persebaya yang bermain di hadapan ribuan Bonek dan Bonita berhasil unggul terlebih dahulu melalui eksekusi penalti sang kapten, Bruno Moreira, pada menit ke-44. Namun, Persib Bandung mampu bangkit pada babak kedua dengan mencetak dua gol lewat Luciano Guaycochea di menit ke-51 dan striker Andrew Jung di menit ke-73.

Sebelum babak kedua berakhir, Persebaya berhasil mencetak gol penyama kedudukan melalui Francisco Rivera di menit ke-83. Skor akhir 2-2 menjadi hasil akhir pertandingan ini.

Statistik Permainan

Persib Bandung mengendalikan permainan dengan penguasaan bola mencapai 63 persen, sementara Persebaya hanya mampu mencatatkan ball possession sebesar 37 persen. Dominasi Persib dalam penguasaan bola membuat mereka mendominasi dari sisi shots on target dengan melepaskan 15 kali tembakan, tujuh di antaranya mengarah ke gawang Ernando Ari.

Di sisi lain, Persebaya hanya melepaskan tujuh kali tembakan, tiga di antaranya mengarah ke gawang Teja Paku Alam. Persib juga lebih unggul dalam hal operan, dengan mencatatkan 494 kali passing, 402 di antaranya berhasil dengan akurasi mencapai 82 persen. Sementara itu, Persebaya hanya mencatatkan 313 kali operan, 235 di antaranya berhasil dengan akurasi passing sebesar 76 persen.

Peluang yang Dihasilkan

Dari sisi chances created, Persib Bandung lebih unggul dengan delapan kali peluang, sedangkan Persebaya hanya mampu menciptakan tiga kali peluang. Chances created adalah metrik yang menghitung total gabungan antara assist dan key passes (umpan kunci). Secara sederhana, seorang pemain tercatat menciptakan peluang apabila ia memberikan umpan terakhir yang langsung memicu terjadinya tembakan ke arah gawang, baik tembakan tersebut berbuah gol maupun tidak.

Dominasi Persib berlanjut dari sisi touches in opp.box dengan mencetak peluang 33 kali, sementara Persebaya sebanyak 27 kali. Touches in opp.box adalah statistik yang menghitung berapa kali seorang pemain menyentuh bola di dalam area penalti tim lawan selama pertandingan. Statistik ini merupakan indikator utama untuk melihat seberapa aktif dan berbahaya seorang pemain dalam mengancam gawang lawan.

Dari sisi passes to final third, Persib kembali mendominasi dengan mencetak 37 kali peluang, sementara Persebaya hanya 29 kali. Passes to final third adalah statistik yang menghitung jumlah operan sukses yang dikirimkan oleh seorang pemain dari area pertahanan atau tengah lapangan masuk ke wilayah sepertiga akhir lapangan lawan.

Kinerja Pertahanan

Dari sisi pertahanan, Persebaya tampil solid dan sulit ditembus pemain Persib dengan mencatatkan 10 kali tekel, 26 kali intersep, dan 20 kali sapuan. Sementara lini pertahanan Persebaya Surabaya mencatatkan 12 kali tekel, 22 kali intersep, dan 12 kali sapuan. Kinerja pertahanan ini membantu Persebaya menjaga gawangnya hingga akhir pertandingan.

Pos terkait