Tana Tidung Jadi Satu-Satunya Kabupaten di Kaltara Lolos Sehat 2025, Raih Swasti Saba Padapa

Aa1xm75j
Aa1xm75j

Tana Tidung Lolos Penilaian Kabupaten Kota Sehat 2025

Kabupaten Tana Tidung menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan Utara (Kaltara) yang lolos penilaian Kabupaten Kota Sehat (KKS) 2025 dan meraih penghargaan Swasti Saba kategori Padapa. Penghargaan ini menunjukkan komitmen dan upaya pemerintah setempat dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Kesmas Dinkes) Tana Tidung, Ranik Diastuti, menjelaskan bahwa penilaian KKS dilaksanakan setiap tahun ganjil atau dua tahun sekali. “Untuk KKS itu penilaiannya memang di tahun ganjil. Tahun 2025 kemarin kita ikut dan alhamdulillah untuk di Kaltara yang lolos cuma Tana Tidung,” ujar Ranik.

Penghargaan Swasti Saba memiliki tiga tingkatan, yakni Padapa (dasar), Wiwerda, dan Wistara. “Kita kemarin dapat Swasti Saba kategori Padapa. Memang itu masih yang dasar, karena ada tiga tingkatan. Padapa, kemudian Wiwerda, lalu Wistara. Kita masih di Padapa,” jelasnya.

Meski berada di kategori dasar, Ranik mengatakan capaian tersebut bukan hal mudah. Apalagi Tana Tidung baru pertama kali mengikuti penilaian KKS tingkat pusat pada 2025. “Untuk Tana Tidung baru ikut pertama kali tahun 2025. Jadi ini bukan proses instan, persiapannya sudah mulai dari akhir 2023, kita sudah rapat-rapat dengan lintas sektor dan kecamatan,” katanya.

Dalam penilaian KKS, hanya dua daerah di Kalimantan Utara yang ikut, yakni Tana Tidung dan Bulungan. Namun yang dinyatakan lolos hanya Bumi Upun Taka. “Bulungan juga ikut 2025, tapi yang lolos alhamdulillah cuma Tana Tidung,” ungkapnya.

Ranik menyebut, capaian tersebut tidak lepas dari komitmen kepala daerah serta dukungan lintas sektor. “Yang terpenting itu komitmen kepala daerah. Kalau di atas mendukung, di bawah pasti bisa bergerak. Mau sekuat apa pun kita di bawah, kalau tidak ada dukungan dari atas, tidak akan bisa,” tegasnya.

Dalam penilaian KKS, terdapat sembilan tatanan yang harus dipenuhi dengan melibatkan banyak perangkat daerah dan instansi terkait. “Effort-nya luar biasa, karena sembilan tatanan itu bukan hanya sembilan OPD, tapi bisa lebih. Satu tatanan saja bisa melibatkan beberapa OPD,” ujarnya.

Dengan nilai pada rentang 71 hingga 80 persen, Tana Tidung dinyatakan memenuhi syarat kategori Padapa pada penilaian 2025. Ini menjadi awal yang baik bagi kabupaten ini dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Proses Persiapan yang Matang

Persiapan untuk mengikuti penilaian KKS dimulai sejak akhir 2023. Pihak dinas kesehatan bekerja sama dengan berbagai sektor terkait seperti pemerintah kecamatan, organisasi masyarakat, dan instansi lainnya. Hal ini menunjukkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.

Beberapa langkah penting yang dilakukan selama persiapan antara lain:
* Pelaksanaan rapat rutin dengan berbagai stakeholder
* Pemetaan area yang perlu diperbaiki
* Pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan lingkungan
* Peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar

Selain itu, Tana Tidung juga melakukan evaluasi berkala untuk memastikan semua indikator penilaian terpenuhi. Hal ini dilakukan agar tidak ada yang terlewat dan semua aspek tercover.

Tantangan dan Kesempatan

Meskipun Tana Tidung berhasil meraih penghargaan Swasti Saba kategori Padapa, masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah mempertahankan kualitas yang telah dicapai dan meningkatkan kinerja di masa depan. Selain itu, perlu adanya perbaikan terus-menerus untuk mencapai kategori yang lebih tinggi, seperti Wiwerda dan Wistara.

Namun, penghargaan ini juga memberikan kesempatan bagi Tana Tidung untuk menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Kalimantan Utara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, Tana Tidung dapat terus berkembang dalam upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi warganya.


Pos terkait