JAKARTA – Aktor Ben Kasyafani berbagi pengalaman menantang dalam memerankan peran utamanya dalam film “Setannya Cuan”. Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya adalah memahami dan menyampaikan bahasa Sunda serta menciptakan karakter yang konsisten dengan setting film yang berlatar daerah pegunungan pada tahun 1980-an.
“Tantangannya lebih pada peran. Aku harus memainkan tokoh dari desa, lalu settingnya jadul dan menggunakan bahasa Sunda,” ujarnya saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (28/2).
Selain itu, Ben juga menceritakan momen paling berkesan selama proses syuting. Menurutnya, adegan yang paling menantang adalah ketika ia beradu akting dengan sutradara sekaligus aktor Anggy Umbara, yang memerankan tokoh Ustaz dalam film tersebut.
“Sutradara top, dia akhirnya mau turun gunung untuk berakting sebagai Ustaz. Adegan turun dari atas ke bawah itu kami ulang banyak, lumayan banyak ulangnya. Panjang, teknis, hujan, dan lain-lain, licin, terus ada macam-macam,” katanya.
Karena medan yang sulit dan kompleksnya kebutuhan gambar, Ben mengaku harus mengulang adegan tersebut berkali-kali. “Jadi buat aku sih itu mungkin lebih dari 10 kali kalau enggak salah, cukup banyak itu dengan adegan yang seperti itu,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, sutradara film “Setannya Cuan”, Sahrul Gibran, menjelaskan bahwa film ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki pesan mendalam tentang orang-orang yang ingin mendapatkan segala sesuatu secara instan.
“Film ini memang komedi horor, tapi lapisan terdalamnya adalah satir tentang manusia yang ingin segalanya instan. Kami ingin penonton tertawa, terkejut, tapi juga pulang dengan perenungan, apalagi dirilis di bulan puasa, momennya sangat relevan dengan tema pengendalian diri,” ujar Sahrul Gibran.
Film “Setannya Cuan” sempat tertunda selama tujuh tahun sejak proses syutingnya selesai dilakukan pada 2019 lalu. Awalnya, film ini bernama “Djoerig Salawe”, namun kemudian diubah menjadi “Setannya Cuan” agar lebih relevan dengan bahasa kekinian dan lebih dekat dengan penonton generasi muda.
Cerita film ini mengisahkan persaingan konyol dua jawara kampung yang terobsesi mencari angka hoki demi mengubah nasib. Namun, ketika batas dunia gaib dan dunia nyata mulai kabur, mereka menyadari bahwa bekerja sama dengan setan ternyata memiliki sistem bagi hasil yang rumit.
Film “Setannya Cuan” dibintangi oleh Nadine Alexandra, Joe P Project, Fico Fachriza, Dimas Andrean, Anyun Cadel, Candil, Ben Kasyafani, Mega Carefansa, Gabriella Desta, Mongol Stres, Aming, Budi Dalton, serta penampilan istimewa mendiang Babe Cabita.
Film ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 Maret 2026.





