Kegiatan Tarawih Ukhuwah di Desa Kumejing: Ruang Dialog dan Solusi Nyata
Di tengah suasana khusyuk ibadah tarawih, masyarakat Desa Kumejing, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, menggelar kegiatan yang tidak hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ajang dialog dan solusi konkret. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Baitus Shiddiqin, yang menjadi pusat aktivitas keagamaan warga setempat.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan hadir dalam acara tersebut dan langsung memberikan bantuan senilai total Rp200 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan masjid dan pengelolaan sampah desa. Penyaluran dana dilakukan pada Senin (2/3/2026) malam, yang menandai momen penting dalam upaya pemerintah daerah untuk memperbaiki kondisi infrastruktur dan lingkungan di wilayah tersebut.
Peran Masjid sebagai Pusat Kegiatan
Masjid Baitus Shiddiqin memiliki nilai sejarah yang kuat bagi warga setempat. Menurut Bupati Batang, masjid ini terakhir kali mengalami renovasi besar sekitar 11 tahun lalu. Dengan kondisi yang mulai memprihatinkan, ia menyampaikan komitmen untuk membantu renovasi masjid dengan dana sebesar Rp100 juta, yang akan dicairkan akhir tahun ini.
Selain itu, Bupati juga menyetujui bantuan senilai Rp100 juta untuk pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Hal ini dilakukan karena warga khawatir jika TPS tidak segera dibangun, maka sampah akan dibuang ke sungai atau tebing, yang berpotensi merusak lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Masalah Pengelolaan Sampah yang Mendesak
Kepala Desa Kumejing, Nicam Sebastian, memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan. Ia menjelaskan bahwa dana desa yang tersisa sekitar Rp100 juta dinilai masih kurang untuk membangun akses jalan menuju lokasi TPS. Biaya yang mahal menjadi kendala utama dalam proses pembangunan.
Dalam dialog yang hangat dan penuh canda, Bupati memastikan bahwa dana tersebut akan segera cair. Ia menekankan pentingnya kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat sebagai prioritas utama.
Optimalkan Fasilitas yang Ada
Meski ada rencana pembangunan TPS, Bupati menyarankan agar masjid dimaksimalkan untuk kegiatan keagamaan dan pendidikan. Ia menilai bahwa membangun gedung baru bukanlah hal mendesak saat fasilitas yang sudah ada belum optimal.
Selain itu, suasana resmi sempat mencair ketika Bupati berkelakar dengan kepala desa. Ia bahkan berbagi doa yang ia sebut sebagai ijazah turun-temurun sebagai penyemangat dalam memimpin desa. Namun, di balik keakraban tersebut, terselip pesan serius tentang pentingnya pendidikan.
Pendidikan sebagai Kunci Masa Depan
Bupati menegaskan bahwa pendidikan menjadi kunci masa depan generasi muda desa. Ia mengingatkan agar tidak ada anak yang putus sekolah. Pemerintah telah menyiapkan berbagai program penunjang, seperti sekolah gratis, Makan Bergizi Gratis (MBG), serta bantuan seragam bagi siswa baru SD dan SMP, termasuk MI dan MTs.
“Kesempatan sudah ada. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya untuk mengangkat derajat keluarga,” pesannya.
Kesimpulan
Safari Tarawih di Kumejing menjadi contoh bagaimana ruang ibadah dapat menjadi ruang dialog dan pengambilan keputusan. Dari masjid, lahir komitmen nyata untuk memperkuat spiritualitas sekaligus membenahi lingkungan demi kualitas hidup warga yang lebih baik.





