Polemik Konten Kecantikan dan Peran Tasya Farasya
Media sosial kini tengah diramaikan oleh polemik yang melibatkan seorang beauty influencer ternama, Tasya Farasya. Isu ini muncul setelah ia mengungkap dugaan praktik di balik konten spill skincare yang menggunakan jargon “halo kakak” yang populer di TikTok @quezelyhere. Ia menyebut bahwa konsep pertemuan yang tampak spontan dengan publik figur sebenarnya merupakan bagian dari skenario pemasaran.
Pernyataan tersebut memicu berbagai reaksi dari warganet. Sebagian merasa kecewa karena menganggap konten tersebut tidak sepenuhnya autentik, sementara lainnya menilai Tasya terlalu keras hingga berpotensi mengganggu mata pencaharian pihak lain.
Awal Penolakan Tawaran
Isu ini bermula dari unggahan Tasya Farasya di Instagram Threads pada Kamis, 19 Februari 2026. Dalam unggahan itu, ia menceritakan pernah mendapat tawaran kerja sama berbayar untuk membuat konten bertema spill skincare harian. Namun tawaran tersebut ia tolak.
“Gue pernah ditawarin dibayar buat ‘halo kakak kakak kakak boleh spill skincarenya kak’ Gue tolak cetasss,” tulis Tasya Farasya dalam unggahannya.
Unggahan tersebut kemudian memicu diskusi luas mengenai keaslian konten serupa yang sebelumnya melibatkan sejumlah figur publik seperti Nathalie Holscher, Amanda Manopo, Mahalini, hingga Dita eks Secret Number.
Dampak dari Pernyataan Tasya
Dampak dari pernyataan Tasya cukup signifikan. Bunga Sartika, yang dikenal sebagai host dalam konten “halo kakak”, menjadi sorotan publik. Di tengah derasnya kritik, Bunga memutuskan mundur dari proyek tersebut. Tak hanya itu, ia juga menghapus seluruh konten spill skincare yang pernah diunggah serta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka karena polemik yang terjadi.
Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Melihat situasi yang semakin meluas, Tasya Farasya akhirnya menyampaikan klarifikasi melalui Threads pada Sabtu (28/2/2026). Ia mengakui bahwa dampak ucapannya jauh lebih besar dari yang ia perkirakan.
“First of all, aku minta maaf kalau dampak dari perkataan aku menyinggung berbagai pihak dan individu,” tulis Tasya dalam pembukaan klarifikasinya.
Ia juga menyadari cara penyampaiannya dinilai kurang bijak.
“Aku bener-bener jadi menyadari betapa impactfulnya ucapan aku walaupun nggak ada niatan bikin situasi jadi sebesar sekarang. Aku akui kalau cara penyampaian aku kurang bijak,” tambahnya.
Meski meminta maaf atas dampak yang timbul, Tasya menegaskan tetap memegang prinsip transparansi dalam dunia endorsement.
“Aku punya respect pada sesama content creator, namun aku juga akan tetap bersikap FIRM dengan seluruh values dan transparansi dalam endorsement yang aku pegang,” tegas ibu dua anak tersebut.
Harapan untuk Industri Kecantikan dan Kreatif
Melalui polemik ini, Tasya berharap industri kecantikan dan kreatif dapat semakin mengedepankan keterbukaan agar konsumen tidak merasa terjebak dalam strategi promosi yang terselubung.





